MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik menyebut terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,59 pada Desember 2022 menjadi 116,56 pada Desember 2023.
Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok tersebut adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,53 persen. Komoditas penyumbang utama lainnya ialah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,24 persen, rokok kretek filter 0,17 persen, cabai rawit sebesar 0,10 persen, dan bawang putih dengan andil inflasi 0,08 persen.
Baca Juga:
Seluruh Komponen Naik, Inflasi Akhir Tahun 2023 Capai 0,41
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, pemenuhan supply bahan pangan pokok menjadi salah satu kunci inflasi tahunan 2023 berhasil turun jauh dibandingkan 2022 dari 5,51 persen menjadi 2,61 persen.
"Inflasi tahun ini bagus banget. Supply-nya kalau supply-nya sudah lebih pasti turun. Ini kan supply dan demand saja. Beras sudah turun berarti sudah panen, ada beberapa daerah yang sudah panen padi kan, supply-nya banyak harganya pasti tidak naik," kata Mendag Zulhas seusai meninjau harga bahan pangan pokok di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (4/1).
Penurunan inflasi tahunan tersebut, kata Mendag, juga diikuti oleh rendahnya inflasi Desember 2023 meski ada momentum Natal dan tahun baru. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2023 hanya 0,41 persen jika dibandingkan November 2023 atau 2,61 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Pemerintah berhasil meng-handle sehingga inflasi Desember untuk menghadapi Nataru terendah selama beberapa tahun terakhir, hanya 0,41. Aritnya Natal Tahun Baru, kita sukses meng-handle harga," katanya.
Meski sejumlah bahan pokok mengalami lonjakan harga pada periode tertentu, lanjutnya, hal itu masih dalam batasan yang wajar mengingat ada perubahan cuaca yang berakibat pada turunnya produksi.
Ia mengatakan, terjaganya harga bahan pokok, juga berlanjut pada awal tahun baru. Seperti harga ayam potong di Pasar Palmerah ukuran 900 gram sampai 1,4 kilogram yang dijual dengan harga Rp 33 ribu.
Lalu harga telur ayam sebesar Rp 27 ribu per kg, dijual sedikit di bawah harga acuan pemerintah yakni Rp 28 ribu per kg. Harga cabai keriting merah yang sudah mulai turun dibandingkan 3 minggu lalu dari Rp 120 ribu menjadi Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kg.
"Tapi di beberapa daerah di Jawa itu sudah Rp 40 ribu. Sumatera juga murah sekali karena Aceh panen raya, cabe di tingkat petani Rp 15 ribu, itu rugi ya. Di Aceh cabai Rp 25 ribu," katanya.
"Beras stabil, tadi dengar sendiri harganya tidak naik lagi tapi masih harga tinggi. Tapi sudah tidak naik lagi. Bawang saya kira juga stabil. Itulah teman-teman di awal 2024 ini harga-harga sembako, inflasi, bisa dikendalikan dengan baik cek langsung," katanya. (Knu)
Baca Juga:
Inflasi Diperkirakan Masih Akan Meningkat