MerahPutih.com - Harga daging ayam yang terus melambung naik di daerah Cianjur, Jawa Barat membuat polisi bergerak lakukan penyelidikan. Dugaan polisi, kenaikan yang meroket dipicu penimbunan.
Polres Cianjur, Jawa Barat, menerjunkan Satuan Tugas Pangan untuk menyelidiki penyebab terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran yang menyebabkan aksi mogok berjualan.
Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas setiap orang yang terlibat sehingga menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran terus merangkak naik.
"Kalau terbukti ada permainan dan pelanggaran yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran naik, kami perintahkan ditindak tegas," kata AKBP Soliyah di Cianjur, Minggu (14/1).
Pihaknya juga menekankan Pemkab Cianjur, untuk terjun langsung ke tingkat peternak agar mengetahui penyebab pasti mahalnya harga daging ayam yang menyebabkan ribuan pedagang melakukan aksi mogok.
"Kami bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di Cianjur. Sehingga dengan koordinasi yang terus dilakukan secara maksimal dengan pemkab dan asosiasi, diharapkan Senin, harga daging ayam kembali normal," katanya.
AKBP Soliyah sebagaimana dilansir Antara berharap aksi mogok yang dilakukan pedagang daging ayam potong tidak berlangsung lama sehingga tidak menimbulkan keresahan di tingkat warga atau konsumen.
"Dinas perdagangan harus segera mengambil langkah strategis, sehingga masalah ini teratasi. Kami mendukung, setiap upaya perbaikan dan stabilisasi harga daging ayam di Cianjur," katanya.
Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (Apddas) Cianjur, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan, kondisi mahalnya harga daging ayam potong di pasaran sudah tidak dapat ditolerir.
"Harus ada pemangkasan birokrasi yang berbelit dalam rantai distribusi daging ayam potong. Kenaikan harga daging ayam pernah terjadi tahun 2016 dan saat ini kejadian terulang lagi. Ini dinilai yang terparah karena permainan broker," katanya.(*)