Hakim Ziyech, Sang Maestro Asal Maroko dengan Tempaan Total Football

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 28 Mei 2020
Hakim Ziyech, Sang Maestro Asal Maroko dengan Tempaan Total Football

Hakim Ziyech. Foto: Zimbio

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hakim Ziyech menjadi salah satu pemain muda yang merupakan hasil didikan akademi Heerenveen. Kini, ia menjadi pesepakbola yang tengah bersinar bersama Ajax Amsterdam.

Pemain berusia 27 tahun merupakan salah satu 'berlian' dalam skuat Ajax arahan Erik ten Hag kala itu yang mendapat perhatian lebih dari pemandu bakat klub-klub top Eropa. Ziyech di kategori yang sama dengan Matthijs de Light, Frenkie de Jong, Andre Onana, dan David Neres.

Baca Juga

Bepe Anggap Sosok Ini Layak Jadi Ketum PSSI

Kiprah Ajax pada musim 2018-19 memang mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa, media, dan pengamat sepak bola. Bagaimana tidak, Si Anak-anak Dewa - julukan Ajax - mengakhiri musim dengan double winners Eredivisie dan Piala KNVB, serta mencapai semifinal Liga Champions untuk kali pertama sejak 1995.

Suporter Ajax saat itu benar-benar dibawa terbang tinggi melihat performa tim yang seperti raksasa tengah tertidur. Maklum saja Ajax kekuatan yang disegani di masa lalu.

Hakim
Hakim Ziyech. Foto: Zimbio

Di tengah impitan klub-klub kaya raya yang gemar mengoleksi bintang top Eropa untuk mengejar prestasi instan, Ajax masih tetap berpegang teguh dengan prinsip yang mereka miliki.

Ajax tetap setia mengorbitkan produk akademi dan memberinya kesempatan mentas di tim utama, plus tetap setia memainkan sepak bola ofensif yang sudah ditanamkan dari era Rinus Michels (medio awal 1970-an).

Ziyech beruntung terlahir di Dronten, Belanda, meski darah asli Maroko mengalir dalam tubuhnya. Tempaan sepak bola Belanda mengasahnya jadi pesepak bola yang cerdas hingga dia layak dijuluki sang maestro dari Maroko.

Baca Juga

Liga 1 2020 bakal Dilanjutkan, Klub Minta Hal Ini kepada PSSI

"Ziyech salah satu pemain yang selalu bermain sangat baik tiap musimnya. Dia tipe pemain yang jika Anda melihatnya beraksi maka Anda akan bahagia," ucap mantan gelandang serang Ajax, Steven Pienaar.

"Dia pesepak bola yang sempurna, tapi under rated (tidak terlalu disorot meski bagus), Anda tahu, jika dia bukan orang Eropa, Anda akan selalu dinilai under rated."

Masuk Radar Klub-klub Top Eropa (Khususnya Premier League)

Dikutip dari Squawka, setidaknya ada enam klub (empat dari Premier League) Eropa yang saat ini memantau situasi Ziyech, yakni: Manchester City, Bayern Munchen, Manchester United, Arsenal, AS Roma, dan Liverpool.

Sekedar informasi, Ziyech bisa pergi ke salah satu klub itu dengan 'hanya' harga 25 juta euro sesuai dengan klausul pembeliannya. Menilik klub-klub tersebut, gaya main Ziyech cocok untuk Man City, Bayern, dan Arsenal.

Man City punya filosofi sepak bola ofensif di bawah asuhan Pep Guardiola, begitu juga Arsenal yang selalu jadi tempat yang bagus dalam mengembangkan karier pemain muda. Sementara Bayern tengah mencari penyerang sayap pengganti Arjen Robben yang hengkang di akhir musim ini.

Ziyech punya profil yang bagus untuk memperkuat klub-klub tersebut. Whoscored memberinya rating 8,50 dan ini jadi penilaian tertinggi di antara pemain-pemain yang berkiprah di Eredivisie. Ziyech punya keunggulan hampir di segala sisi ofensif.

Lemah dalam melakukan tekel, Ziyech dapat mengkreasikan serangan dengan kaki kidalnya, mengirim umpan akurat dengan visi bermainnya, mencetak gol, mengambil tendangan bebas, dan bermain di banyak posisi di lini depan.

Hakim
Hakim Ziyech. Foto: Zimbio

Pergerakannya yang fleksibel membuat lawan kesulitan menghentikannya jika menerapkan penjagaan satu lawan satu. Posisi idealnya adalah penyerang sayap kanan.

Di posisi itu Ziyech bisa menjadi inverted winger atau penyerang sayap yang kerap melakukan penetrasi ke area 16 meter dari sisi sayap, atau mengelabui lawan dengan memberikan umpan silang.

Musim ini di Eredivisie, Ziyech punya catatan tendangan per laga terbanyak pada poin 5,4 di atas 4,4 striker PSV, Luuk de Jong. Plus, Ziyech menorehkan assist terbanyak dengan jumlah 12 assists - sama dengan Dusan Tadic.

Jadi, klub mana pun yang akan mendapatkan mantan pemain Heerenveen dan Twente itu, akan memiliki seorang pemain yang jenius dan dapat diandalkan dalam fase ofensif.

Alasan Memilih Maroko ketimbang Belanda

Bak kacang tak lupa kulit, Ziyech, sama seperti Moubarak Boussoufa, Karim El Ahmadi, Nordin Amrabat, dan Sofyan Amrabat, mengingat baik DNA asli mereka sebagai pemain-pemain berdarah Maroko yang lahir di Belanda.

Mereka punya 1001 alasan untuk memperkuat Belanda yang selalu dianggap negara besar sepak bola di Eropa dan tentu saja, mendapatkan sorotan dan kans meraih trofi lebih besar. Tapi, mereka lebih memilih Maroko, termasuk Ziyech.

“Federasi sepak bola Maroko telah mendekati saya selama bertahun-tahun. Saya lahir di sini (Belanda), tapi asal muasal keluarga saya dari sana (Maroko)”, tutur Ziyech di tahun 2015, ketika ia memilih memperkuat Maroko ketimbang Belanda.

Hakim
Hakim Ziyech

Pilihan itu sempat mendapatkan respons keras dari ikon sepak bola Belanda, Marvo van Basten. “Bodohnya Anda, lebih memilih Maroko padahal kamu berpeluang besar dipanggil (timnas) Belanda,” cetus Van Basten.

Apa boleh buat, Van Basten. Ziyech memang sempat memperkuat timnas Belanda U-19 hingga U-21, tapi, loyalitasnya ada pada negara tempat keluarganya berasal.

Hubungan buruk Van Basten dengan Ziyech pun terungkap tak lama dari momen tersebut. Ternyata, Ziyech pernah kecewa dengan Van Basten, yang melatih Heerenveen pada medio 2012-2014, dan kala itu (2012) Ziyech ada di tim junior Heerenveen.

"Dia sempat akan meminjamkan saya di musim pertama saya, dan mengucap berbagai janji. Namun, setelah itu ia tidak berbicara lagi dengan saya, tanpa alasan yang jelas. Van Basten merupakan legenda di sini, tapi ia bukan pelatih yang bagus" papar Ziyech kepada Fox Sports Belanda.

Tiga tahun berlalu dan Ziyech bisa dengan bangga memperlihatkan pilihannya itu tidak salah: Maroko bermain di Piala Dunia 2018 dan Belanda hanya menjadi penonton. Sampai saat ini, Ziyech sudah menorehkan 23 caps dan 12 gol dengan timnas Maroko. (Bolaskor)

#Ajax Amsterdam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Gacor Abis! Statistik Gila Maarten Paes Saat Bawa Ajax Pesta Gol 5-1 atas Willem II
Penasaran dengan aksi gacor kiper Timnas Indonesia semalam? Cek rating dan statistik lengkap Maarten Paes saat sukses bawa Ajax menang telak 5-1 atas Willem II di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Gacor Abis! Statistik Gila Maarten Paes Saat Bawa Ajax Pesta Gol 5-1 atas Willem II
Olahraga
Klasemen Liga Belanda Eredivisie 2026/2027 Setelah Ajax Gilas Willem II 5-1, Dihiasi 2 Pemain Timnas Indonesia
Ajax tampil perkasa di kandang sendiri, dengan menggilas Willem II 5-1 dalam laga tunda pekan ketiga Liga Belanda Eredivisie yang dihiasi dua penggawa Timnas Indonesia.
Frengky Aruan - Rabu, 16 September 2026
Klasemen Liga Belanda Eredivisie 2026/2027 Setelah Ajax Gilas Willem II 5-1, Dihiasi 2 Pemain Timnas Indonesia
Olahraga
Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On Sama-sama Tampil Penuh saat Ajax Gilas Willem II 5-1, Simak Statistik Keduanya
Dua pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On, sama-sama tampil penuh saat Ajax pesta gol 5-1 atas Willem II
Frengky Aruan - Rabu, 16 September 2026
Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On Sama-sama Tampil Penuh saat Ajax Gilas Willem II 5-1, Simak Statistik Keduanya
Olahraga
Video Skill Maarten Paes di Ajax Viral di Medsos, Fans Timnas Indonesia Justru Minta Ter Stegen yang Main!
Tonton video kompilasi skill Maarten Paes yang bikin Ajax Amsterdam takjub. Uniknya, netizen Indonesia malah berharap kiper Timnas ini dicadangkan jelang laga vs Fortuna Sittard. Kenapa? Simak di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Video Skill Maarten Paes di Ajax Viral di Medsos, Fans Timnas Indonesia Justru Minta Ter Stegen yang Main!
Olahraga
Hasil Play-off Liga Conference: Atalanta Tertahan di Gewiss Stadium, Ajax Tampil Perkasa Hancurkan FC Sion
Leg kedua bakal menentukan kelanjutan langkah keempat tim
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Hasil Play-off Liga Conference: Atalanta Tertahan di Gewiss Stadium, Ajax Tampil Perkasa Hancurkan FC Sion
Olahraga
Maarten Paes Tampil Ciamik Saat Ajax Amsterdam Gilas Shelbourne di Ajang UEFA Conference League
Sejak peluit awal dibunyikan, Ajax langsung mengambil inisiatif serangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
Maarten Paes Tampil Ciamik Saat Ajax Amsterdam Gilas Shelbourne di Ajang UEFA Conference League
Olahraga
Ajax Amsterdam Segera Umumkan Marc-Andre ter Stegen, Sudah Siap Bersaing dengan Maarten Paes?
Ter Stegen terus melahap porsi latihan ketat pramusim di Ciutat Esportiva Joan Gamper di bawah arahan pelatih Hansi Flick
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
Ajax Amsterdam Segera Umumkan Marc-Andre ter Stegen, Sudah Siap Bersaing dengan Maarten Paes?
Olahraga
Duit Rekor Tonali Cair, Newcastle United Langsung Rampok Bocah Ajaib Ajax Amsterdam
Kelebihan utama terletak pada kualitas sentuhan pertama, kreativitas tinggi, dan akurasi umpan menusuk di antara lini pertahanan lawan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 Juli 2026
Duit Rekor Tonali Cair, Newcastle United Langsung Rampok Bocah Ajaib Ajax Amsterdam
Olahraga
Ajax Mulai Lirik Marc-Andre ter Stegen, Siap Bersaing dengan Maarten Paes?
Menemukan solusi ideal bagi ketiga pihak menjadi tantangan terbesar direksi klub saat ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026
Ajax Mulai Lirik Marc-Andre ter Stegen, Siap Bersaing dengan Maarten Paes?
Olahraga
Ada Kesepakatan, Ajak Rekrut Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes dengan Kontrak hingga Juni 2029
Maarten Paes sempat dikait-kaitkan dengan Persib Bandung.
Frengky Aruan - Rabu, 28 Januari 2026
Ada Kesepakatan, Ajak Rekrut Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes dengan Kontrak hingga Juni 2029
Bagikan