Habib Rizieq Dicalonkan Capres 2019, Kenapa Prabowo yang Responsif?
Habib Rizieq Shihab. (MerahPutih.com/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Hasil Rakornas Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang merekomendasikan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai Capres 2019 disebut-sebut sebagai rangkaian peristiwa yang membawa Prabowo dan Amien Rais menemui sang habib di Mekkah, Saudi Arabia baru-baru ini. Hal tersebut diakui Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera saat dimintai keterangannya, Rabu (6/6).
Menurutnya, kedatangan Prabowo dan Amien ke Mekkah membuktikan ampuhnya rekomendasi rakornas PA 212 yang mencalonkan Habib Rizieq Shihab sebagai Capres 2019. "Intinya, Prabowo minta kesempatan menjadi Presiden, minta restu aja dan artinya HRS tidak mencalonkan diri," ujarnya.
Kapitra mengatakan, rekomendasi PA 212 yang mencalonkan HRS sebagai Capres 2019 membuat kawan dan lawan ketakutan. Pasalnya, jika itu terjadi maka akan ada kompetitor baru.
Sebab dari sejumlah survei menyebut HRS mempunyai kans dukungan dari umat Islam, apalagi setelah keluar rekomendasi ulama PA 212 soal pencalonan dirinya. "Setelah rekomendasi keluar ada ketakutan. Pertama bertambah kompetitor. Massa habib Rizieq itu sudah mengakar, sudah puluhan tahun artinya kalau dia masuk ke pimpinan formil atau tidak dia tetap pemimpin, makanya dia disebut imam basar, apalagi dia masuk kepemimpinan formil lebih mengancam lagi," ucapnya.
Hanya saja, Ketum Gerindra Prabowo Subianto lebih responsif dengan kondisi dan dinamika politik tersebut. Kapitra mengklaim, jika HRS mencalonkan, tentunya umat Islam akan lebih memilih HRS karena Gerindra nasionalis.

Makanya, kata dia, agenda pertemuan Amien, Prabowo dan HRS sukses digelar di Mekkah. Hal ini juga sekaligus menjadi ajang memperkokoh koalisi keumatan yang menjadi harapan HRS. "Tentu jelas minta restu dan dukungan. Sekaligus memastikan rekomendasi apakah HRS masuk dalam kompetisi. Apakah akan di tindaklanjuti," katanya.
Terpisah, Ketua PA 212 Slamet Maarif mangaku dalam pertemuan tersebut belum membicarakan dukung mendukung calon di Pilpres mendatang.
Hanya saja, Habib Rizieq berpesan agar koalisi keumatan yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN dan PBB lebih solid dan segera menentukan sikap. "Belum ada sikap resmi dukung mendukung calon," kata dia.
Terkait hal itu, lanjut Slamet keputusan akan ditentukan bersama di kesempatan yang lain. (Fdi)