Green Day Kembali Kecam Trump lewat Penampilan di Malam Tahun Baru

Febrian AdiFebrian Adi - Kamis, 04 Januari 2024
Green Day Kembali Kecam Trump lewat Penampilan di Malam Tahun Baru

Green Day bikin heboh lewat perubahan lirik 'America Idiot'. (Foto: Dok/Green Day)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAND punk rock Amerika Serikat Green Day cukup membuat heboh saat merayakan malam pergantian tahun. Pada penampilannya di salah satu sebuah program televisi bernama ‘Dick Clark’s New Year’s Rockin’ Eve’, sang vokalis Billie Joe Armstrong mengubah bagian verse kedua dari lagu American Idiot.

Dikutip dari Billboard pada Selasa (2/1), lirik yang seharusnya berbunyi “I’m not a part of a redneck agenda” menjadi “I’m not a part of the MAGA agenda”. Perubahan lirik tersebut sontak membuat penggemar Green Day berbondong membagikan potongan penampilan idolanya dalam acara yang dipandu oleh Ryan Seacrest itu ke media sosial.

Baca juga:

Frontman Green Day Umumkan akan Melepas Kewarganegaraan AS

View this post on Instagram

A post shared by Green Day (@greenday)

MAGA sendiri merujuk pada akronim dari Make America Great Agenda, slogan dan gerakan politik yang dipopulerkan oleh Donald Trump pada musim kampanye pemilihan presiden AS 2016. Slogan ini kemudian berkembang menjadi sebuah produk budaya populer. MAGA juga menjadi atibusi bagi basis kekuatan politik dan massa pendukung Trump.

Ini bukan pertama kali Green Day menargetkan Trump sebagai sasaran pandangan politik mereka. Sebelumnya, Green Day pernah mencemooh Presiden AS ke-45 tersebut dalam acara ‘America Music Awards’ 2016.

Pada acara tersebut, band beranggotakan Billie Joe Armstrong, Tre Cool, dan Mike Dirnt menanggapi dakwaan Trump pada Agustus 2016, lewat kreasi pernak pernik band edisi terbatas yang menampilkan foto Trump.

Baca juga:

Green Day X Brain Dead Hadirkan Koleksi Merchandise Anyar

Kecaman musikal Green Day terhadap Trump itu juga terkait dengan isu komite DPR AS, yang tengah menyelidiki upaya Trump untuk membalikkan kekalahannya pada pemilu tahun 2020, juga serangan ke Capitol pada 6 Januari 2021 yang digagas oleh pendukungnya.

Melihat hal tersebut, banyak kritikus telah memberikan sinyal tentang kemungkinan pemerintahan Trump kedua yang bisa jadi jauh lebih buruk dari sebelumnya. Trump juga menghadapi kritik karena menggunakan bahasa yang menghasut, misalnya mengatakan lawap sayap kirinya sebagai ‘hama’ mirip dengan retorika milik dictator Adolf Hitler. (far)

Baca juga:

Matt Healy Bocorkan Materi untuk Album Baru

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Di Balik 'Bloody Paradise', ENHYPEN Gambarkan Cinta yang Liar dan Berbahaya
'Bloody Paradise' menggambarkan dua orang yang memilih menghilang sejenak dari dunia luar dan menikmati kebersamaan tanpa memikirkan aturan maupun konsekuensi.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Di Balik 'Bloody Paradise', ENHYPEN Gambarkan Cinta yang Liar dan Berbahaya
ShowBiz
'Nicole Kidman', Cara ADÉLA Merayakan Fantasi dan Glamorama
agu pop ini lahir dari kekaguman ADÉLA terhadap sosok Nicole Kidman.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
'Nicole Kidman', Cara ADÉLA Merayakan Fantasi dan Glamorama
Lifestyle
Kementerian Kebudayaan Kaji Penggunaan Sound Horeg setelah Insiden Jawa Timur
Kemenbud terus memperhatikan berbagai bentuk ekspresi budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kementerian Kebudayaan Kaji Penggunaan Sound Horeg setelah Insiden Jawa Timur
ShowBiz
Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul
Sheeran menyebut situasi di Gaza sebagai sesuatu yang katastrofik dan tidak dapat dibenarkan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul
ShowBiz
Ed Sheeran Ngaku Salah, Keliru Batalkan Macklemore yang Pro-Palestina
Sheern menyebut kebebasan merupakan hal mendasar tidak peduli di tempat mana kebebasan bersuara itu dilakukan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Ed Sheeran Ngaku Salah, Keliru Batalkan Macklemore yang Pro-Palestina
ShowBiz
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
Calvin Harris akan menggelar tur headline pertamanya di Australia pada Februari 2027 dengan menyambangi Perth, Brisbane, Sydney, dan Melbourne.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
ShowBiz
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
Dhira Bongs berkolaborasi dengan grup vokal asal Kyoto, Jepang, WITHDOM, lewat single 'Stand by me' yang memadukan R&B, UK garage, dan pop 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
ShowBiz
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
Rosé BLACKPINK merilis 'new trick' pada 18 September 2026. Lagu ini bercerita tentang bangkit setelah patah hati dan menemukan kekuatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
ShowBiz
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
Madonna kembali ke panggung VMAs setelah 23 tahun dan akan menjadi penampil pembuka VMAs 2026 di Los Angeles pada 27 September.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Bagikan