Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Google Berupaya Blokir Gugatan Pelacakan Safari di iPhone

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 30 April 2021
Google Berupaya Blokir Gugatan Pelacakan Safari di iPhone

Atas klaim yang secara diam-diam melacak aktivitas jutaan pengguna iPhone. (Foto: Mashable India)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GOOGLE akan mencoba memblokir tindakan hukum massal senilai miliaran pound atas klaim yang secara diam-diam melacak aktivitas jutaan pengguna iPhone. Klaim ini dilakukan di sidang penting Mahkamah Agung, Rabu (28/4).

Mengutip laman Standard, grup kampanye Google You Owe Us, ingin mengajukan ‘tindakan perwakilan’ terhadap raksasa teknologi AS itu atas nama 4,4 juta orang di Inggris dan Wales. Pengacara Google mengatakan tidak ada indikasi bahwa solusi tersebut mengakibatkan pengungkapan informasi apa pun kepada pihak ketiga.

“Kasus ini tentang akuntansi untuk salah satu perusahaan paling kuat di dunia. Kami mengatakan Google secara ilegal menyalahgunakan data jutaan pengguna di iPhone di Inggris pada 2011 sampai 2012,” kata Lloyd, pemimpin kampanye Google You Owe Us.

Mereka berpendapat bahwa penggugat perlu menunjukkan bukti kerugian untuk dilanjutkan. Beberapa podcaster lain menghadapi reaksi balik atas komentar yang ia buat untuk mencegah kaum muda mendapatkan suntik COVID-19.

Baca juga:

iOS 14.5 Resmi Rilis, Intip Fitur Barunya

Google Berupaya Blokir Gugatan Pelacakan Safari di iPhone
Google You Owe Us. (Foto: Twitter/GoogleYouOweUs)

Joe Rogan yang memiliki jutaan pendengar di Spotify dan YouTube telah memberikan platform kepada ahli teori konspirasi COVID-19 di masa lalu. Teori ini bertentangan dengan saran dari pihak medis secara resmi.

Menurut keputusan yang diluncurkan pada 2019 saat Apple meluncurkan Safari pertama kalinya, mereka memblokir cookie pihak ketiga yang digunakan untuk melacak pengguna internet di seluruh web saat menelusuri lewat ponsel.

Google juga dapat merancang cara untuk menghindari larangan ini yang memungkinkannya mengumpulkan data tentang ras, kesehatan fisik dan mental, preferensi politik, jenis kelamin, kelas sosial, kebiasaan keuangan, belanja, dan lokasi.

Baca juga:

Netflix di Safari macOS Big Sur Menunjang Tampilan Video 4K dan Dolby Vision

Google Berupaya Blokir Gugatan Pelacakan Safari di iPhone
Google mendapatkan denda dari Komisi Perdagangan Federal AS untuk pengumpulan data. (Foto: The Amed Post)

“Setelah aspek teknisnya dilucuti, efeknya memungkinkan Google untuk menyetel cookie iklan DoubleClick di perangkat tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna,” bunyi keputusan itu.

Pada 2012, Google mendapatkan denda sebesar US$22,5 juta atau sekitar Rp324 miliar dari Komisi Perdagangan Federal AS untuk pengumpulan data. Satu tahun setelahnya setuju untuk membayar US$17 juta atau sekitar Rp245 miliar untuk menyelesaikan tindakan konsumen di 37 negara bagian. (and)

Baca juga:

Update iOS 14.5 Bisa Kenali Wajah Bermasker

#Teknologi #Google #IPhone
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Bagikan