Gila! Ribuan Orang Bermandi Tomat di Festival Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 02 September 2017
Gila! Ribuan Orang Bermandi Tomat di Festival Ini

Festival Tomatina (Foto: festivalsherpa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Lebih dari 20 ribu orang basah kuyup berlumur cairan merah setelah saling melemparkan berton-ton tomat dalam festival tahunan Tomatina di timur Spanyol.

Sebanyak 160 ton tomat disediakan bagi 22 ribu orang yang menghadiri festival tahunan lempar tomat yang dikenal dengan Festival Tomatina yang berlangsung di Kota Bunol, Spanyol, Rabu (30/8).

Selama satu jam, peserta--yang sebagian besar hanya mengenakan jubah mandi dan kacamata--saling melemparkan tomat. Jalan-jalan kota pun disemprot air setelah acara berakhir pada siang hari, sementara pemandian umum disediakan bagi para peserta.

Perang makanan terbesar di dunia

Guinness Book of World Records mencatat Tomatina sebagai ‘ajang perang makanan terbesar di dunia’. Tahun ini festival yang menjadi ikon Spanyol ini merayakan ulang tahun ke-72. Tradisi ini dimulai pada 1945. Ketika itu, para pemuda mengambil tomat dari kios pedagang sayur, melemparkannya tanpa kendali dalam sebuah festival lokal.

Diktator Francisco Franco melarang festival perang makanan ini selama lebih dari satu dekade, tapi pada 1957 festival ini pun menjadi sebuah agenda resmi. Pada 2002, Kementerian Pariwisata Spanyol menyatakan Tomatina sebagai sebuah ‘festival wisata menarik internasional’.

Digelar di Bunol, sebuah kota berpenduduk 10 orang, sejak 2013 festival ini mengharuskan peserta nonlokal membayar biaya kepesertaan. Meskipun jumlah pendaftar membludak hingga 50 ribu orang, daya tampung untuk ajang ini hanyalah 22 ribu orang. Festival ini menjadi inspirasi kemunculan perayaan serupa di Kolombia, Kosta Rika, Cile, dan Amerika Serikat.(*)

Sumber: DW.com

Baca juga 5 Hal yang Wajib Dilakukan Avonturir sebelum Berusia 30 Tahun

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan