MerahPutih.com - Film horor-komedi karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, kembali meraih penghargaan internasional.
Kali ini, film tersebut berjaya di Fantasmagoria Film Festival atau Festival de Cine Fantastico y de Terror de Medellin, Kolombia.
Kabar tersebut diumumkan Joko Anwar di Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menyebut Ghost in the Cell berhasil memenangi tiga kategori sekaligus, yakni Best Director, Best Screenplay, dan Best Ensemble Cast.
Ghost in the Cell memenangkan 3 penghargaan di Fantasmagoria Film Festival (Festival de Cine Fantástico y de Terror de Medellín), yaitu Best Director, Best Screenplay, Best Ensemble Cast untuk semua pemain!
tulis Joko Anwar dalam keterangan unggahannya, Kamis (29/10)
Ghost in the Cell Tembus 31 Festival Film Internasional
Joko Anwar mengatakan, Fantasmagoria sebagai salah satu festival film genre terbesar di Amerika Latin. Festival tersebut digelar di Medellín, Antioquia, Kolombia.
Berdasarkan halaman resmi pendaftaran di Festhome, edisi kedelapan festival ini berlangsung pada 15-25 Oktober 2026.
Film yang berkompetisi dalam festival tersebut harus berkaitan dengan genre fantastik, seperti fiksi ilmiah, horor, dan fantasi. Selain itu, festival ini juga menerima film bergenre thriller, western, petualangan, aksi, dan noir.
Baca juga:
5 Film Horor Indonesia Adaptasi Podcast Viral yang Wajib Ditonton, Ceritanya Bikin Merinding!
Fantasmagoria memiliki sejumlah seksi untuk film pendek maupun panjang yang mencakup berbagai genre fantastik dan horor.
Menurut Joko Anwar, Ghost in the Cell telah menembus 31 festival internasional. Film tersebut juga masih tayang di bioskop sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Sampai saat ini, Ghost in the Cell sudah menembus 31 festival internasional dan masih tayang di bioskop di banyak negara termasuk Amerika Serikat.
tambah Joko
Perjalanan Ghost in the Cell di Festival Film Dunia
Ghost in the Cell telah menjalani berbagai pemutaran di festival film internasional, termasuk Berlinale 2026. Film ini dipresentasikan dalam seksi Forum Berlinale 2026.
Media Korea Selatan, Cineplay, juga menyebut film tersebut diperkenalkan melalui world premiere di Berlin International Film Festival pada Februari 2026 lalu.
Sementara di Festival Film Fantastik Sitges, Spanyol, Joko Anwar meraih penghargaan sutradara terbaik melalui film ini. Ghost in the Cell juga meraih penghargaan Best Film dari Juri Carnet Jove.
Ghost in the Cell merupakan film panjang ke-12 Joko Anwar. Ceritanya berlatar di sebuah penjara yang terkenal kejam.
Baca juga:
Joko Anwar Ungkap Poster Terbaru 'Pengabdi Setan 3', Ada Petunjuk Teror dari Masa Lalu
Sebuah kekuatan tak kasat mata mulai membunuh para narapidana secara brutal. Situasi tersebut membuat geng-geng yang saling bermusuhan dan sipir korup terpaksa bekerja sama demi bertahan hidup.
Festival Film Selandia Baru (NZIFF) menilai, Joko Anwar berhasil menyisipkan satir politik yang tajam ke dalam perpaduan berbagai genre. Film tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan kritik terhadap korupsi kapitalis.
Kritikus Film Luar Negeri Puji Ghost in the Cell
Joko Anwar menulis naskah, menyutradarai, sekaligus ikut memproduseri film ini. Ical Tanjung bertugas sebagai penata sinematografi, sementara musiknya digarap oleh Aghi Narottama dan Tony Merle.
Film ini dibintangi sejumlah aktor, di antaranya Abimana Aryasatya, Almanzo Konoralma, Aming Sugandhi, Arswandy Bening Swara, dan Bront Palarae.
Sejumlah kritikus film luar negeri turut memberikan pujian. Fangoria menyebut Ghost in the Cell sebagai film terbaik Joko Anwar sejauh ini. Bloody Disgusting juga memberikan penilaian serupa.
Sedangkan untukpenayangan di Amerika Utara, film ini dijadwalkan hadir di bioskop pada 2 Oktober 2026 melalui Well Go USA. (tka)