JUMLAH korban tewas akibat gempa di Meksiko bertambah menjadi 61 orang. Demikian pernyataan yang dikeluarkan pejabat setempat.
Sebuah operasi penyelamatan besar sedang berlangsung di negara-negara paling parah terdampak, yaitu Tabasco, Oaxaca, dan Chiapas. Dikhawatirkan, banyak orang yang terperangkap di bawah reruntuhan.
Presiden Enrique Pena Nieto mengatakan setidaknya 200 orang terluka.
Gempa berkekuatan 8,1 pada skala Richter itu terjadi Kamis (7/9). Itu merupakan gempa terkuat yang melanda area itu selama seabad terakhir. Pusat gempa berada 96 kilometer di bagian barat daya kota kecil Pijijiapan di Negara Bagian Chiapas, Meksiko Selatan, dengan kedalaman 33 kilometer.
Presiden Pena Nieto telah menetapkan hari berkabung, menyatakan bendera setengah tiang akan dikibarkan untuk menghormati korban meninggal dan mereka yang berduka. Nieto mengatakan 45 kematian telah dilaporkan di Oaxaca, 12 di Chiapas, dan 4 di Tabasco.
Salah satu kota terdampak paling parah ialah Juchitan, di Oaxaca. Setidaknya 17 korban meninggal telah dilaporkan. Balai kota dan sejumlah bangunan lain hancur atau rusak parah.
"Situasi di Juchitan sangat kritis. Ini merupakan momen yang paling mengerikan dalam sejarah kota ini," kata Wali Kota Gloria Sanchez. Presiden Nieto mengunjungi kota itu pada Jumat (8/9).
Gempa besar terjadi pada pukul 23.50 waktu setempat pada Kamis (7/9). Gemetar bangunan menyebabkan kepanikan di kota yang ratusan mil jauhnya, Mexico City.
Gempa itu juga memicu peringatan tsunami. Ribuan warga pesisir di Chiapas pun segera dievakuasi. Namun, peringatan itu kemudian dicabut. Sepanjang Jumat, wilayah itu masih dilanda serangkaian gempa susulan.
Kantor Presiden Nieto mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Chiapas untuk survei kerusakan.
Sementara itu, Paus Francis, pada misa di terbuka dalam kunjungannya ke Kolombia, menyampaikan doanya bagi mereka yang kehilangan nyawa dan keluarga mereka.
Gempa itu lebih kuat daripada gempa yang terjadi pada 1985. Ketika itu, gempa melanda dekat Mexico City dan menyebabkan ribuan kematian. Para wartawan mengatakan korban tewas tampaknya telah lebih rendah karena memukul daerah yang penduduk kurang.
Wartawan Franc Contreras, yang berada di Mexico City, mengatakan kepada BBC, "Anda bisa mendengar retak keras di beton. Itu terdengar seperti cabang kayu raksasa yang tiba-tiba patah. Orang-orang berlarian keluar, semuanya menyemut di jalan sambil berusaha menghindai kabel listrik.”
Jonathan Amos, koresponden sains BBC, menyebut ini merupakan gempa yang tak bisa dihindari. Hal itu mengingat adanya lempeng tektonik Cocos yang membentang di dasar laut pasifik antara Guatemala dan Meksiko.(*)
Sumber: dari berbagai sumber
Baca juga Warga Rohingya: Desa Kami Hilang Dalam Konflik Tiada Henti