Gary Markham Musisi Pembentuk Nilai Drum Corp International

P Suryo RP Suryo R - Senin, 29 Agustus 2022
Gary Markham Musisi Pembentuk Nilai Drum Corp International

Ilustrasi marching band. (Unsplash/Adrian Hartanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GARY Markham mungkin hanya sebagian orang yang mengenalnya. Namun dia adalah pendidik musik yang merupakan salah satu tim perumus pengembangan peraturan penjurian Drum Corp International selama puluhan tahun, meninggal dunia pekan lalu, pada usia 75 tahun.

Mendiang anggota DCI Hall of Fame Jim Ott-lah yang memperkenalkan Markham kepada staf Blue Devils pada pertengahan tahun 70-an. Setelah kematian Ott yang tiba-tiba pada tahun 1980, ia bergabung sebagai staf Spirit of Atlanta dalam posisi music arranger dan koordinator program.

Baca Juga:

SHAE Comeback Lewat Single 'Love With You'

band
Gary Markham, merupakan salah satu tim perumus pengembangan peraturan penjurian Drum Corp International. (Facebook@Gary Markham)

Markham melanjutkan sepak terjangnya di dalam drum corps, menjadi juri DCI pada tahun 1985. Dengan latar belakang musiknya karirnya melesat, menjadi salah satu juri yang paling dihormati. Ditambah dengan pengalamannya dalam sejumlah komiti dan subkomiti. Akhirnya, Markham menjadi penasihat edukasi satuan tugas peraturan dan sistem DCI.

"Kebijaksanaan dan keahliannya jelas-jelas sangat membantu, mengarahkan aktivitas kita pada pencapaian produksi musik dengan standar tertinggi," kata DCI judge administrator John Phillips pada tahun 2022 ketika menominasikan Markham untuk DCI Hall of Fame. "Kompleksitas korps kontemporer, memerlukan musisi terampil dalam mengevaluasi dan meningkatkan standar, dan Gary adalah orang yang tepat, tak diragukan lagi, ia adalah seorang pendidik dan penilai yang paling cermat."

Selama puluhan tahun, Markham telah mengabdikan diri, seseorang yang sangat berpegang teguh dalam menjaga kesempurnaan sistem penjurian DCI, tanpa henti, fokus pada pendidikan, pengembangan, dan memberikan citarasa artistik yang sangat membantu para juri, desainer, pendidik, penampil, bahkan para penggemar.

Selama puluhan tahun, dalam sistem penjurian yang dibuat dan disempurnakan oleh masyarakat instruktur dan desainer DCI, ia berkali-kali menjembatani berbagai pendapat yang berbeda-beda, menemukan jalan tengah yang bisa disepakati oleh semua kelompok, seiring perkembangan Drum Corps International.

"Buah pikiran dan visinya yang sangat mendidik, tak ternilai harganya ketika kita menggunakan instrument pada tahun 2000, lalu penggunaan amplifikasi, kemudian penggunaan elektronik," ungkap peraih DCI Hall of Fame 2009 Jay Bocook. "Ketika diskusi yang memanas, sikapnya selalu berhasil menenangkan dan meyakinkan. Ia selalu menekankan, bahwa pencapaian tertinggi kita, adalah menciptakan musik yang dahsyat, musik yang dahsyat selalu dihargai."

Diluar itu, banyak rekan dan orang-orang yang pernah berurusan langsung dengannya sangat mengenang keindahan pribadinya.

"Aku tak akan pernah lupa, aku mengemudi menggunakan mobil sewaan DCI di Dallas, kami tersesat. Gary yang duduk di sebelahku tersenyum begitu indah dan bilang; aku belum pernah masuk daerah sini, terima kasih atas petualangan ini." ungkap juri DCI Chris Church

Selain sebagai pendidik, Markham menghabiskan masanya sebagai penyokong pelatihan juri, ngemong masyarakat juri dan instruktur drum corps.

Baca Juga:

Jelang Festival Ultra Japan 2022, AmPm Hadirkan Single 'Amsterdam Maybe'

band
Mengubah karakter juri dari pengritik menjadi pendidik. (Unsplash/Joshua Hanson)

"Saya menyaksikan langsung perubahan filosofi dan pendidikan juri. Dimana sebelumnya juri hanya menjadi 'tukang kritik' berubah menjadi pendidik," ungkap David Starnes, mantan juri DCI yang juga teman dekat Markham. "Gary mengarahkan proses penjurian dengan terang benderang, sehingga kolaborasi para juri dan staf berjalan sempurna."

Phillips menyebut, aset terdahsyat Markham adalah kemampuannya memupuk, mengasuh, dan membimbing para instruktur muda, untuk meraih pencapaian tertinggi. Hal itu berpengaruh kuat terhadap para performer yang mereka latih. Dan yang jadi catatan penting adalah filosofi Markham sendiri "Naikan kualitas juri, naikan kualitas instruktur; maka kualitas murid kita meningkat."

"Hari ini, penampilan DCI dan group-group Band Amerika meningkat baik dari sisi penampilan maupun dari kualitas musik, karena standard yang dibuat Gary yang diterapkan, kemampuan mendefinisikan sesuatu yang nampak sulit didefinisikan," tulis juri DCI Susan Smith dalam akun facebooknya.

Bekerja lebih dari empat dekade dibidang pendidikan musik, dan pensiunan supervisor musik instrumen Sekolah District Cob County di Marietta Georgia, Markham punya karier panjang dan mendapatkan banyak sekali penghargaan.

Sebagai peserta DCI Southeastern Championship di Atlanta tahun 2007, Markham jadi orang pertama yang menerima penghargaan dari Coltrin & Associates and Drum Corps International Excellence in Education Award yang diserahkan oleh Stephen H Coltrin sendiri selaku CEO.

"Saya tersanjung," ungkap Markham ketika menerima penghargaan itu di lapangan Georgia Dome. "Karier saya banyak dibelakang layar. Saya tanya Steve Coltrin, kok bisa tahu saya, tahu darimana dan ia bergurau, 'Kami punya mata-mata'."

Tahun 2010 Markham membantu mengarahkan Blue Ribbon Panel yang ditugaskan untuk menciptakan standar nasional bidang Musik Marching, satu proyek kerjasama antara NAfME dan Drum Corps International, yang dikembangkan untuk memudahkan para guru/pelatih di seluruh penjuru negeri, agar program musik mereka selaras dengan National Standards for Music Education.

Markham menerima kabar gembira via telepon pada bulan April, bahwa ia terpilih dalam Drum Corps International Hall of Fame 2022. Seminggu sebelum ia meninggal, ia merekam video sambutannya untuk upacara virtual yang diselenggarakan Minggu, 7 Agustus 2022. (Sucitra De/Banten)

Baca Juga:

Tulus Kisahkan Hati yang Patah di Video Musik 'Nala'

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
Calvin Harris akan menggelar tur headline pertamanya di Australia pada Februari 2027 dengan menyambangi Perth, Brisbane, Sydney, dan Melbourne.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
ShowBiz
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
Dhira Bongs berkolaborasi dengan grup vokal asal Kyoto, Jepang, WITHDOM, lewat single 'Stand by me' yang memadukan R&B, UK garage, dan pop 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
ShowBiz
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
Rosé BLACKPINK merilis 'new trick' pada 18 September 2026. Lagu ini bercerita tentang bangkit setelah patah hati dan menemukan kekuatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
ShowBiz
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
Madonna kembali ke panggung VMAs setelah 23 tahun dan akan menjadi penampil pembuka VMAs 2026 di Los Angeles pada 27 September.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
ShowBiz
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
Linkin Park: Unshatter merekam perjalanan band setelah tujuh tahun jeda pascakepergian Chester Bennington dan hadirnya dua anggota baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
ShowBiz
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ZZUF kembali lewat album penuh kedua yang berisi 15 lagu. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan softtrauma, Deathro, dan After Hours.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ShowBiz
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
Zeke and The Popo menyiapkan sesi dengar Crazy Life di 9 kota jelang perilisan album kedua pada 7 Oktober 2026 melalui Black Morse Records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
ShowBiz
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
Polaris kembali setelah tiga tahun tanpa musik baru lewat “Without You”, single yang lahir dari duka atas meninggalnya gitaris Ryan Siew pada 2023.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan