Merahputih.com - Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa akan kembali bertemu, tetapi kali ini bukan sebagai rekan.
Dua sahabat lama tersebut bakal menjadi rival ketika Chelsea asuhan Alonso menghadapi Fulham yang ditangani Arbeloa di Craven Cottage, Selasa (25/8) dini hari WIB.
Baca juga:
Xabi Alonso Yakin Marco Palestra Bisa Jadi Aset Berharga Chelsea, Ini Alasannya!
Pertandingan ini menjadi salah satu duel menarik pada awal Premier League 2026/2027.
Selain mempertemukan dua klub London, laga tersebut juga menjadi pertemuan pertama Alonso dan Arbeloa sebagai pelatih.
Dua Dekade Bersahabat
Hubungan Arbeloa dan Alonso sudah terjalin selama hampir dua dekade. Alonso dan Arbeloa pernah bermain bersama di Liverpool, Real Madrid, dan timnas Spanyol. Total, keduanya tercatat tampil bersama dalam 262 pertandingan.
Keduanya juga sama-sama memiliki perjalanan panjang di Real Madrid. Alonso lebih dulu bergabung dengan Liverpool pada 2004, sebelum Arbeloa menyusul pada 2007. Mereka kemudian kembali bereuni di Santiago Bernabeu pada 2009.
Baca juga:
Fulham vs Chelsea: Xabi Alonso Hadapi Statistik Buruk The Blues di Laga Pembuka
Bersama Spanyol, keduanya berbagi lapangan dalam 38 pertandingan. Mereka menjadi bagian dari generasi emas La Roja yang menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Akademi Real Madrid

Setelah pensiun pada akhir musim 2016/2017, keduanya memilih jalur kepelatihan. Alonso memulai karier di akademi Real Madrid sebelum menangani Real Sociedad B dan Bayer Leverkusen.
Arbeloa juga meniti karier di akademi Madrid. Ia kemudian dipercaya menangani Real Madrid Castilla sebelum akhirnya mendapat kesempatan memimpin tim utama.
Arbeloa Geser Alonso
Menariknya, Arbeloa pernah memberikan dukungan terbuka kepada Alonso ketika posisi sang sahabat mulai terancam di Real Madrid.
Xabi adalah pelatih yang luar biasa,
ujar Arbeloa ketika itu.
Namun, pada Januari, Madrid akhirnya melakukan pergantian pelatih. Alonso pergi dan Arbeloa ditunjuk sebagai penggantinya.
Meski mengambil alih pekerjaan Alonso, Arbeloa tetap menegaskan bahwa persahabatan mereka tidak berubah.
"Kalian semua tahu hubungan kami, betapa saya menghargai dan peduli padanya," kata Arbeloa.
Babak Baru di Inggris
Baca juga:
5 Pemain Pendatang Baru Premier League 2026/27 yang Patut Dinantikan Aksinya
Kini, keduanya memulai babak baru di Inggris. Alonso dipercaya membangun kembali Chelsea, sementara Arbeloa mendapat tantangan membawa Fulham bersaing di Premier League.
Menariknya, keduanya memiliki gaya kepelatihan yang berbeda. Alonso dikenal tenang, rasional, dan detail dalam aspek taktik. Sementara Arbeloa lebih ekspresif dan agresif dalam berkomunikasi dengan pemain.
Namun, untuk pertama kalinya, persahabatan panjang itu harus dikesampingkan selama 90 menit.
Kami berteman sangat dekat, tetapi selama 90 menit kami akan memberikan segalanya untuk klub kami. Selama 90 menit, kami tidak akan menjadi teman, karena kami berdua ingin memenangi pertandingan ini,
kata Arbeloa.