MerahPutih.com - Film animasi terbaru DreamWorks Animation, Forgotten Island, akan tayang di bioskop pada 2 Oktober 2026.
Forgotten Island membawa penonton ke dunia fantasi yang terinspirasi dari budaya dan mitologi Filipina. Film ini tidak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga mengangkat cerita tentang persahabatan, keluarga, dan kenangan.
Film tersebut mengikuti perjalanan Jo dan Raissa, dua sahabat yang harus menghadapi perubahan dalam hubungan mereka setelah lulus sekolah. Petualangan keduanya bermula ketika mereka menemukan portal misterius menuju Pulau Nakali.
Sebelum menyaksikan petualangan Jo dan Raissa di layar lebar, berikut sejumlah fakta menarik tentang Forgotten Island.
1. Terinspirasi Budaya dan Mitologi Filipina
Salah satu daya tarik utama Forgotten Island adalah dunia Nakali yang terinspirasi dari budaya dan mitologi Filipina.
Berbagai makhluk ajaib dan legenda yang muncul dalam film mengambil inspirasi dari cerita yang berkembang dalam budaya Filipina.
Film ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan representasi budaya Filipina dalam film animasi untuk penonton yang lebih luas.
2. Berawal dari Kisah Persahabatan
Cerita Forgotten Island berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang telah berteman sejak kecil. Keduanya mulai menghadapi perubahan setelah lulus sekolah dan bersiap menjalani kehidupan masing-masing.
Namun, malam terakhir mereka bersama justru membawa keduanya pada petualangan tak terduga.
Sebuah portal misterius membawa Jo dan Raissa ke Nakali dan memaksa keduanya menghadapi kemungkinan kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga.
Baca juga:
Netflix Siapkan Film Animasi 'Steps', Kisah Cinderella dari Sudut Pandang Saudara Tirinya
3. Kenangan Persahabatan Menjadi Bagian Penting
Petualangan Jo dan Raissa bukan sekadar tentang mencari jalan pulang. Keduanya justru harus menghadapi konsekuensi yang berkaitan dengan kenangan tentang persahabatan mereka.
Semakin mereka berusaha menemukan jalan keluar dari Nakali, semakin besar pula risiko kenangan yang membentuk hubungan mereka menghilang.
Tema tersebut membuat Forgotten Island tidak hanya berbicara tentang dunia fantasi, tetapi juga tentang perubahan dalam sebuah persahabatan ketika seseorang mulai memasuki fase kehidupan baru.
4. Ada Karakter Weredog Bernama Raww
Jo dan Raissa tidak menjalani petualangan seorang diri. Mereka ditemani Raww, karakter unik yang digambarkan sebagai weredog.
Raww memiliki sifat kikuk tetapi berhati baik. Di balik sikap percaya dirinya, karakter tersebut juga memiliki sisi rentan yang membuatnya menjadi bagian penting dalam perjalanan Jo dan Raissa.
Karakter Raww diisi suaranya oleh Dave Franco.
5. Dibuat Kreator Puss in Boots: The Last Wish
Forgotten Island disutradarai sekaligus ditulis oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado. Keduanya sebelumnya terlibat dalam Puss in Boots: The Last Wish.
Hubungan persahabatan Crawford dan Mercado yang telah terjalin selama hampir dua dekade turut menjadi inspirasi dalam membangun hubungan Jo dan Raissa.
Bagi keduanya, film ini menjadi proyek yang cukup personal karena mengangkat persahabatan, keluarga, perempuan-perempuan penting dalam kehidupan mereka, sekaligus budaya Filipina.
Baca juga:
Disney Siapkan Film Animasi 'Clay', Kieran Culkin Jadi Pengisi Suara Karakter Utama
6. Membawa Nuansa Era 1990-an
Selain dunia fantasi, Forgotten Island juga membawa penonton kembali ke suasana era 1990-an. Pada masa itu, media sosial dan smartphone belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Nuansa tersebut menjadi bagian dari perjalanan Jo dan Raissa ketika keduanya menghadapi perubahan dalam persahabatan mereka.
Estetika budaya rave serta musik pop akhir 1980-an hingga 1990-an juga ikut memperkuat atmosfer film.
7. H.E.R. dan Liza Soberano Jadi Pengisi Suara
Karakter Jo diisi suara oleh penyanyi H.E.R., sementara Liza Soberano mengisi suara Raissa.
Keterlibatan keduanya juga memiliki hubungan personal dengan tema budaya yang diangkat film.
H.E.R. mengaku bangga bisa menjadi bagian dari film yang menghadirkan representasi Filipina, sementara Soberano melihat Forgotten Island sebagai kesempatan untuk merayakan warisan budayanya. (Tka)