MerahPutih.com - Krisis plastik yang kian mengkhawatirkan ternyata tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia. Platform streaming Netflix menghadirkan proyek ambisius melalui film dokumenter The Plastic Detox yang tayang sejak Maret 2026.
Dokumenter berdurasi 90 menit ini mengeksplorasi dampak bahan kimia dari plastik, termasuk mikroplastik, terhadap tubuh manusia—mulai dari gangguan kesehatan hingga potensi penurunan kesuburan.
Lewat pendekatan ilmiah sekaligus personal, film ini mencoba membuka mata publik tentang ancaman yang sering kali tak terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Kemenkes Respons Temuan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta: Waspadai, Bukan Ditakuti
Diproduksi oleh tim peraih Academy Award, film ini disutradarai oleh Louie Psihoyos bersama Josh Murphy, serta melibatkan ilmuwan epidemiologi lingkungan dan reproduksi, Shanna H. Swan, yang membimbing para peserta dalam eksperimen yang dilakukan.
"Kami berpikir, bagaimana cara kami menunjukkan cerita ini, bukan hanya menceritakannya? Kami mulai memikirkan untuk melakukan intervensi dalam bentuk apa pun dan saat itulah kami bertemu Shanna,” kata Louie Psihoyos.
Ia menambahkan, “Keinginan besar kami adalah, oke, kami melakukan intervensi ini, tetapi bagaimana jika tidak terjadi apa-apa? Bagaimana jika orang-orang tidak sembuh dan tidak ada indikator kesuburan yang membaik?”
Baca juga:
Air Hujan Solo Terkontaminasi Microplastic, Pemkot Solo Lakukan Riset Mandiri
Dalam film dokumenter ini, Shanna memberikan perspektif manusiawi sekaligus ilmiah tentang bahaya partikel mikroplastik serta bagaimana cara meminimalkan paparannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, para aktivis, tenaga medis, dan pakar lain turut memberikan masukan, meski penceritaan tetap difokuskan pada pengalaman para peserta.
The Plastic Detox mengikuti enam pasangan yang menjalani eksperimen dengan mengurangi penggunaan plastik selama tiga bulan. Tujuannya sederhana namun krusial: melihat apakah perubahan gaya hidup tersebut dapat meningkatkan peluang kehamilan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Pengurangan paparan plastik dalam periode tersebut dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan nyata, seperti berkurangnya gejala eksim, kualitas tidur yang lebih baik, hingga meningkatnya tingkat keberhasilan kehamilan.
Lebih dari sekadar dokumenter, film ini juga menjadi ajakan reflektif bagi penonton untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari. Dokumenter ini menunjukkan betapa besar paparan mikroplastik yang tanpa disadari masuk ke dalam tubuh melalui berbagai sumber, mulai dari makanan, minuman, hingga produk rumah tangga. (Tka)