Film

Film Dokumenter Sukarno Digarap Pemkot Surabaya

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 30 Juli 2022
Film Dokumenter Sukarno Digarap Pemkot Surabaya

Sukarno membaca doa setelah membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI. (Foto: Idayu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM rangka memeringati HUT Kemerdekaan ke 77 Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kerja bareng Stasiun TV Nasional TVRI, menggarap film dokumenter perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Ir. Sukarno. Berlatar di Kota Surabaya, film tersebut akan ditayangkan pada 13 Agustus 2022.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, TVRI akan memproduksi film dokumenter yang diawali saat Bung Karno dilahirkan, bersekolah, hingga kembali ke Kota Surabaya tinggal indekos H.O.S Tjokroaminoto, memperdalam agama Islam, hingga menikah dengan putri sulung H.O.S Tjokroaminoto.

Baca Juga:

Film Indonesia 'Autobiography' Berkompetisi di Venice Film Festival 2022

wali kota surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat bertemu dengan Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Asep Suhendar di kantor Pemkot Surabaya. (Diskominfo)

“Ini sudah gayung bersambut, sebab Pemkot Surabaya juga sedang membuat museum terkait Rumah Bung Karno di Jalan Pandean dan di rumah H.O.S Tjokroaminoto di Jalan Peneleh Surabaya, sekaligus Museum Siola, dan Rumah Kebangsaan yang akan kami buat di seberangnya Museum Pendidikan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi di Ruang Kerja Walikota, Kamis (28/07/2022).

Ia menambahkan, kolaborasi ini sekaligus untuk menghimpun film dokumenter perjuangan para Pahlawan Nasional dari Kota Surabaya yang diproduksi TVRI untuk mengisi konten di museum Kota Surabaya. Diharapkan Arek-arek Suroboyo lebih mudah memahami semangat dan tetesan darah dari para pejuang Kota Surabaya.

“Bung Karno lahir di Kota Surabaya, pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya dari Surabaya, penggerak Budi Utomo dari Surabaya, Bung Tomo yang menggerakkan semangat perjuangan juga dari Surabaya. Bahkan, saat Resolusi Jihad pencipta lagu dan lambang Nahdlatul Ulama (NU) juga berasal dari Surabaya,” tandas Eri.

Menurutnya, para pejuang Kota Surabaya yang berjuang untuk merebut, dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Indonesia yakni darah dari para nasionalis dan religius.

Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga dipilih menjadi aktor yang memerankan Tokoh Bung Karno. Yakni, saat scene Bung Karno menghadiri penerimaan gelar Honoris Causa (HC) ke 25 untuk dirinya pada tahun 1964 di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

“Persipannya ya dijalani saja, di scene itu Pak Rektor menyampaikan Bung Karno lahir di Blitar. Tak berselang lama, Bung Karno langsung menyampaikan kalau dirinya lahir di Kota Surabaya,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengungkapkan, bahwa sejak kecil ia telah mengidolakan sosok Bung Karno. “Maka tanpa sadar, kebijakan seperti program padat karya yang saya ambil itu dari buku nya Ir. Soekarno. Yakni, bagaimana beliau melibatkan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan,” ungkapnya.

Baca Juga:

'Pengabdi Setan 2: Communion' Naik Kelas, Hantarkan Kengerian via IMAX

sukarno
Presiden Soekarno menyaksikan lukisan berjudul Sumilah karya pelukis Sudibjo. (Foto: Tropenmuseum)

Untuk itu, ia menghimbau seluruh warga Kota Surabaya agar bersama mengembalikan sejarah tempat kelahiran Bung Karno. Sekaligus menunjukkan Kota Pahlawan merupakan tempat pertumpahan darah para pejuang yang ingin memerdekakan Bangsa Indonesia.

“Kalau dulu Bung Karno, H.O.S Tjokroaminoto, Bung Tomo, Budi Utomo berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan, berarti semangat, kebersamaan dan gotong-royong dari api perjuangan harus kita teruskan untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan pengangguran. Semangat itu yang kita ambil dari film yang akan dibuat oleh TVRI,” ucap Eri.

Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Asep Suhendar mengungkapkan, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan film dokumenter Bung Karno pada 13 Agustus 2022. Sebab, film ini akan menjadi salah satu produk elektronik andalan dari TVRI.

“Dari 30 stasiun penyiaran di Indonesia, TVRI mengangkat Ir. Soekarno sebab beliau tak hanya sebagai tokoh nasional, namun telah menjadi tokoh dunia yang berasal dari Kota Surabaya dan diharapkan Surabaya juga bisa juga ikut mendunia,” ungkap Asep.

Menurut Asep, TVRI memilih Wali Kota Eri Cahyadi memerankan tokoh tersebut, bahwa Wali Kota Eri Cahyadi merupakan salah satu pemimpin muda yang punya semangat memajukan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya.

“Menertibkan Surabaya menjadi indah, sebab beliau di mata kami adalah sosok luar biasa, pemimpin luar biasa dari Surabaya. Beliau mempunyai semangat yang luar biasa juga masih muda. Kami pikir sangat pas untuk memerankan tokoh Ir. Soekarno,” pungkas Asep. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Sinetron 'Noktah Merah Perkawinan' Naik Kelas Jadi Film Bioskop

#Film
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
Hexed, film animasi fantasi terbaru Disney, dijadwalkan tayang pada 25 November 2026. Dibintangi Hailee Steinfeld dan Rashida Jones.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
ShowBiz
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Festival Film Indonesia 2026 menghadirkan Nomination Week untuk pertama kalinya. Program ini memungkinkan masyarakat menonton film-film yang masuk nominasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
ShowBiz
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
Toy Story 5 akan disutradarai oleh Andrew Stanton bersama McKenna Harris
Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Juni 2026
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
ShowBiz
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Teror tersebut berkaitan dengan praktik ilmu hitam yang menggunakan tanah kuburan sebagai media untuk mencelakai orang lain
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Indonesia
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Penampilannya yang khas turut memberikan warna tersendiri dan menjadi bagian yang diingat oleh penonton setia Preman Pensiun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Lifestyle
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
Tak hanya menghadirkan film horor murni, beberapa judul juga menawarkan perpaduan genre thriller, fantasi, hingga komedi yang membuat pengalaman menonton semakin beragam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
ShowBiz
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
Ajang film bergengsi Indonesia ini membuka pendaftaran untuk film cerita panjang, film noncerita panjang, film cerita pendek, film dokumenter panjang, film dokumenter pendek, film animasi panjang, film animasi pendek, dan kritik film.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Indonesia
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Menbud siap berkoordinasi dengan Danantara terkait tantangan ini untuk mendukung distribusi film nasional yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Bagikan