Mengenal 'Oscar Villain' yang Diprediksi Menimpa Bohemian Rhapsody di Academy Awards

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 18 Januari 2019
Mengenal 'Oscar Villain' yang Diprediksi Menimpa Bohemian Rhapsody di Academy Awards

Film Bohemian Rhapsody dan Green Book (foto: vulture.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU semua pasti tahu dong ajang penghargaan film paling bergengsi dan terbesar bernama Academy Awards. Dalam ajang yang memperebutkan piala Oscar pada Februari nanti, ada dua film yang sedang ramai diperbincangkan. Yaitu Bohemian Rhapsody dan Green Book. Katanya sih mereka bakal jadi 'Oscar Villain' di ajang Academy Awards ke-91 ini.

Buat kamu yang enggak tahu, Oscar Villain adalah sebutan untuk film-film yang diprediksi memenangkan The Best Pictures di ajang Oscar. Tapi sebenarnya ada film lain yang dirasa banyak pengamat film lebih layak untuk menang. Wah padahal dua film ini sebenarnya bagus banget ya, kok bisa diprediksi bakal jadi Oscar Villain di tahun ini? Nah vulture.com akan menjelaskan alasannya.

Mengenal Apa Itu Oscar Villain yang Diprediksi Menimpa Bohemian Rhapsody dan Green Book di Academy Awards

1. Ada 'politik' di Oscar

piala oscar
Piala yang diidamkan para pegiat film dunia (foto: nypost.com)

Sebenarnya penilaian dari pengamat film di Oscar tidak perlu diragukan karena ada 6.000 orang ahli yang menilai film-film yang jadi nominasi. Namun Oscar memiliki standar penilaian yang berbeda dan kadang membuat para fans jadi kecewa. Walaupun Oscar bertujuan untuk 'Celebrate the best movies of the year', tapi kadang yang biasanya menjadi pemenang adalah film-film yang punya pesan politik, bukan film terbaik.

Mereka lebih condong sama film yang mengangkat tema moderat, liberal, dan humanis makanya kita sering lihat film-film yang menang itu mengangkat tema ras, orientasi seksual, kemiskinan, dan tema-tema humanis lainnya. Jadi vulture.com menganalisa bahwa film Bohemian Rhapsody atau Green Book bisa jadi Oscar Villain berkat 'standar' penilaian Oscar itu sendiri padahal mungkin ada film lain yang lebih baik dan pantas jadi pemenang.

2. Dua film ini dianggap Melebih-lebihkan

nominasi oscar
Potongan gambar dari film Green Book (foto: imdb.com)

Selain dari internal Oscar sendiri, kedua film yang berasal dari kisah nyata ini dianggap melebih-lebihkan dari kenyataan aslinya. Mungkin sesuatu yang luar biasa akan lebih menarik perhatian orang banyak.

Banyak orang menganggap kedua film ini tidak terlalu sesuai dengan kenyataan dan mereka memberikan kesan yang baik buat tokoh di dalam filmnya. Makanya pengamat film merasa film biografi tentang Freddie Mercury dan tentang Don Shirley ini terkesan 'lebay' dan enggak cocok buat menang.

3. Banyak masalah di balik film Bohemian Rhapsody dan Green Book

bohemian rhapsody
Potongan gambar dari film Bohemian Rhapsody (foto: imdb.com)

Pastinya kita enggak perlu meragukan bagusnya kedua film ini ya, tapi ternyata dibalik itu semua ada beberapa masalah yang berkaitan dengan film ini loh.

Sutradara Bohemian Rhapsody dituduh melakukan kekerasan seksual. Film Green Book juga dirasa sebuah film yang menggambarkan hubungan orang kulit putih dengan orang kulit hitam, tapi cuma dari sudut pandang orang kulit putih saja. Nah, makanya banyak yang berpendapat bahwa kedua film ini bisa jadi Oscar villain di ajang tersebut.

Itu dia beberapa alasan kenapa film Bohemian Rhapsody dan Green Book mungkin aja dirasa tidak layak menang di Oscar. Kita hanya bisa menunggu aja bagaimana hasilnya Februari nanti. Kalau menurut kamu bagaimana? Apakah dua film ini bakal jadi Oscar villain? Menang tapi banyak yang kecewa. (SAM)

#Film #Penghargaan Film #Oscar #Academy Awards
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

ShowBiz
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
Hexed, film animasi fantasi terbaru Disney, dijadwalkan tayang pada 25 November 2026. Dibintangi Hailee Steinfeld dan Rashida Jones.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
ShowBiz
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Festival Film Indonesia 2026 menghadirkan Nomination Week untuk pertama kalinya. Program ini memungkinkan masyarakat menonton film-film yang masuk nominasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
ShowBiz
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
Toy Story 5 akan disutradarai oleh Andrew Stanton bersama McKenna Harris
Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Juni 2026
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
ShowBiz
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Teror tersebut berkaitan dengan praktik ilmu hitam yang menggunakan tanah kuburan sebagai media untuk mencelakai orang lain
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Indonesia
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Penampilannya yang khas turut memberikan warna tersendiri dan menjadi bagian yang diingat oleh penonton setia Preman Pensiun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Lifestyle
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
Tak hanya menghadirkan film horor murni, beberapa judul juga menawarkan perpaduan genre thriller, fantasi, hingga komedi yang membuat pengalaman menonton semakin beragam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
ShowBiz
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
Ajang film bergengsi Indonesia ini membuka pendaftaran untuk film cerita panjang, film noncerita panjang, film cerita pendek, film dokumenter panjang, film dokumenter pendek, film animasi panjang, film animasi pendek, dan kritik film.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Indonesia
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Menbud siap berkoordinasi dengan Danantara terkait tantangan ini untuk mendukung distribusi film nasional yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Bagikan