FIFA Tolak Boikot Israel dari Piala Dunia 2026, Desak Perdamaian dengan Palestina
FIFA tolak Israel dari Piala Dunia 2026. Foto: Dok. FIFA
MerahPutih.com - Menghadapi seruan global yang semakin meningkat untuk memboikot timnas Israel dari sepak bola, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan, bahwa mereka mendesak perdamaian dengan Palestina.
Infantino memimpin rapat dewan pengatur FIFA yang tidak memasukkan Israel secara resmi dalam agenda sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dorongan terkuat terhadap tim-tim Israel oleh para pemimpin sepak bola Eropa selama konflik di Gaza terhenti, setelah proposal perdamaian diajukan di Gedung Putih oleh Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Baca juga:
Gianni Infantino Desak Perdamaian Israel dan Palestina
Infantino menekankan kepada 37 anggota dewan, bahwa pentingnya mendeklarasikan perdamaian dan persatuan, terutama dalam konteks situasi yang sedang berlangsung di Gaza.
"FIFA tidak dapat menyelesaikan masalah geopolitik, tetapi FIFA harus mempromosikan sepak bola di seluruh dunia dengan memanfaatkan nilai-nilai pemersatu, pendidikan, budaya, dan kemanusiaannya," ujar Infantino.
Namun, FIFA tidak menjadwalkan konferensi pers dan Infantino tidak bersedia diwawancarai.
Timnas Israel dijadwalkan berangkat untuk bertanding di kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di Oslo pada 11 Oktober dan Italia di Udine tiga hari kemudian.
Baca juga:
Desakan Makin Kuat, UEFA Segera Singkirkan Israel dari Seluruh Kompetisi Eropa
Norwegia merupakan salah satu federasi sepak bola Eropa yang mendesak UEFA untuk mengadakan pemungutan suara di komite eksekutifnya, menjelang pertemuan FIFA di Zurich.
Mereka meminta penangguhan timnas Israel dari kompetisi internasional. Badan sepak bola Turkiye juga secara langsung mendesak UEFA dan FIFA untuk menangguhkan Israel.
Pemungutan suara dari panel UEFA yang beranggotakan 20 orang tampaknya akan lolos, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut kepada The Associated Press, meskipun ada penolakan dari anggota dari Israel dan Jerman.
FIFA dan Gianni Infantino Punya Hubungan Dekat dengan Donald Trump
FIFA dan Infantino yang telah membangun hubungan dekat dengan Trump, kemungkinan besar tidak akan pernah mengikuti pemungutan suara UEFA.
Prospek itu menjadi semakin mustahil ketika Departemen Luar Negeri AS mengatakan, mereka berupaya melindungi status Israel dalam sepak bola.
Proposal perdamaian Trump-Netanyahu juga segera disambut oleh pemerintah di Timur Tengah, termasuk Qatar, pendukung utama rakyat Palestina dan yang memiliki hubungan dekat dengan UEFA dan presidennya, Aleksander Ceferin.
Baca juga:
Hasil Penjualan Tiket Timnas Norwegia Vs Israel Didonasikan sebagai Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Pertemuan FIFA akan dihadiri oleh Ceferin dan ketua grup klub sepak bola Eropa, Nasser al-Khelaifi, yang juga merupakan presiden Paris Saint-Germain (PSG). Al-Khelaifi juga merupakan anggota pemerintahan Qatar.
Ketua federasi sepak bola Palestina, Jibril Rajoub, juga berada di Swiss untuk bertemu dengan presiden Komite Olimpiade Internasional, Kirsty Coventry. (sof)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Manchester United Incar Cesc Fabregas, Masuk Daftar Kandidat Pengganti Ruben Amorim
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
Bukayo Saka Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal, Tinggal Tunggu Declan Rice
Xavi Hernandez Tertarik Latih Manchester United, Negosiasi Belum Dimulai
Mohamed Salah Bisa Halangi Transfer Federico Chiesa ke Juventus, Kok Bisa?
Chelsea Kembali Pertimbangkan Mau Rekrut Fermin Lopez, Siapkan Dana Rp 2,9 Triliun
Imbang Lawan Liverpool, Arsenal Kecewa Gagal Unggul 8 Poin di Puncak Klasemen Liga Inggris
Conor Bradley Cedera, Liverpool Kesal dengan Perilaku Gabriel Martinelli
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Menang 1-2, Los Blancos Bertemu Barcelona di Final Piala Super Spanyol
Laga Arsenal vs Liverpool Berakhir Tanpa Gol, Gagal Perlebar Jarak dengan Manchester City