MerahPutih.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebutkan, peresmian Pusat Pelatihan PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, bakal digelar pada 11 Oktober 2024.
Peresmian Pusat Pelatihan PSSI akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Insya Allah nanti akan hadir Pak Presiden (Joko Widodo-red) dan Presiden FIFA (Gianni Infantino)," ujar Erick dikutip dari ANTARA, Kamis (19/9).
Menteri BUMN itu mengatakan, Presiden Jokowi rencananya akan berangkat ke IKN usai menghadiri Konferensi Tinggi ASEAN 2024 di Vientiane, Laos, yang berlangsung pada 6-11 Oktober 2024.
Baca juga:
Erick Thohir Menjawab soal Banyaknya Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia
Pembukaan atau peresmian Pusat Pelatihan PSSI itu, kata Erick, nantinya juga diwarnai dengan penandatanganan dokumen "official agreement opening" dengan FIFA.
Pusat Pelatihan PSSI di IKN memiliki luas sekitar 34,5 hektare. Berdasarkan rencana, ada delapan lapangan dan asrama berkapasitas total 138 orang untuk pemain, pelatih dan kepala pelatih. Lalu, ada pula berbagai fasilitas penunjang lainnya, seperti fisioterapi, pusat kebugaran, dan perawatan medis.
Demi mendukung pembangunan Pusat Pelatihan PSSI, FIFA melalui program FIFA Forward, akan memberikan dana hibah senilai 5,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 85 miliar.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menggelontorkan dana senilai Rp 127,10 miliar pada 2024 untuk memenuhi perlengkapan dan biaya operasi pusat pelatihan PSSI di IKN.
Baca juga:
Lalu, mendukung program PSSI lainnya, seperti pemusatan latihan timnas putra dan putri baik di dalam maupun luar negeri, berbagai kompetisi seperti Liga 3 Indonesia, serta penajaman wawasan teknis dan tata kelola sepak bola dengan pelatihan pelatih dan wasit.
Pusat Pelatihan PSSI di IKN akan digunakan sebagai tempat latihan Timnas Indonesia dari semua kelompok umur baik putra maupun putri.
Presiden Jokowi pun berharap, peningkatan kualitas Timnas Indonesia dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga dapat berbicara banyak di level Asia.
"Jadi tidak kalah terus. Sekali main, kalah, main kalah. Namun sekarang sudah mulai menang-menang. (Untuk lawan-red) Hati-hati," kata Jokowi. (*)