Festival Musik Malaysia Gugat The 1975 Rp 39 Miliar Akibat Aksi Kontroversial
1975. (Merahputih.com / Andreas Pranatalta)
Merahputih.com - Penyelenggara Festival Good Vibes Malaysia mengajukan gugatan terhadap band 1975 dan anggotanya, setelah vokalis Matty Healy melakukan protes terhadap undang-undang anti-LGBTQ di negara tersebut selama konser.
Mereka menuntut ganti rugi sebesar USD 2,4 juta atau setara Rp 39 miliar karena festival ditutup akibat aksi band tersebut.
Dokumen pengadilan yang diajukan oleh penyelenggara festival Future Sound Asia di Pengadilan Tinggi Inggris menyatakan 1975 dan manajemennya mengetahui berbagai larangan yang harus dipatuhi agar bisa tampil.
Band ini sebelumnya tampil di festival tersebut pada tahun 2016 dan telah diberi tahu tentang larangan tersebut, lapor Variety, Selasa (30/7).
Larangan ini termasuk mengumpat, merokok dan minum di panggung, menanggalkan pakaian, serta berbicara tentang politik atau agama. Ada juga larangan berciuman, mencium penonton atau melakukan tindakan semacam itu di antara mereka sendiri.
Baca juga:
Simple Plan Rayakan 25 Tahun dengan Merilis Box Set Albumnya
Band, yang dibayar USD 350.000 (Rp 5,6 miliar) untuk tampil, setuju mematuhi peraturan tersebut. Namun, pada malam sebelum festival, mereka memutuskan untuk tetap tampil tetapi dengan melanggar pedoman yang ada.
Healy membuat pidato provokatif dan berciuman dengan bassis Ross MacDonald di panggung, melanggar peraturan festival.
Gugatan juga menyatakan Healy minum alkohol, bertindak dalam keadaan mabuk, merokok, muntah di atas panggung, dan menyampaikan pidato kasar.
Setelah insiden tersebut, band diminta menghentikan penampilannya, dan Healy dikatakan bersikap agresif terhadap petugas festival.
Akibat insiden ini, izin festival dicabut dan dua hari sisa acara dibatalkan, termasuk penampilan dari band lokal dan internasional seperti The Strokes.
Baca juga:
Setelah kejadian, band dan manajemennya segera meninggalkan negara tersebut. Healy mengklaim bahwa ia sempat ditahan sebentar oleh otoritas Malaysia.
Future Sound Asia mengajukan klaim pelanggaran kontrak beberapa minggu setelah insiden tersebut dan menuntut USD 2 juta (Rp 32 miliar). Band 1975 belum memberikan tanggapan atas gugatan ini. Perwakilan dari 1975 menolak berkomentar. (waf)
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Juan Reza Perkenalkan 'Badansa', Perpaduan Musik Modern dan Semangat Pesta Khas Timur Indonesia
Lagu 'Anta Permana' Satu Per Empat, Rangkum Kenangan tentang Rumah Pertama dan Perjuangan Ayah
Makna Penyesalan dalam Lagu 'Raiso Ngapusi 2', Kolaborasi La Tasya dan Iwan Kurniawan
Coldiac Hadirkan Versi Baru Lagu 'Jangan Pernah Berubah', Angkat Kisah Cinta Penuh Kegelisahan
Album Penuh Perdana XG 'THE CORE' Resmi Rilis, Usung Lagu Andalan 'HYPNOTIZE'
Peminat Konser BTS Membeludak, Presiden Meksiko Surati Presiden Korea Selatan Minta Tambah Jadwal Konser
Tiket Tur Dunia ARIRANG BTS Terjual Cepat, sudah Sold Out untuk Pertunjukan Amerika Utara dan Eropa
Krisna Trias dan Satine Zaneta Rayakan Perbedaan lewat Single 'Harmoni'
Harry Styles Comeback dengan Single 'Aperture', Kisah Membuka Hati untuk Cinta Baru
Lirik Emosional 'Ego Wong Tuo' Bikin Lagu Pusma Shakira Jadi Perbincangan