Ferdinand Cap Jokowi Presiden Survei, Ruhut: Sudah Jangan Bikin Kodok Tertawa

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 30 September 2018
Ferdinand Cap Jokowi Presiden Survei, Ruhut: Sudah Jangan Bikin Kodok Tertawa

Ruhut Sitompul. MP/Gomes

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politisi Senior Ruhut Sitompul menyindir aksi Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean kecewa tidak dapat posisi strategis di Pemerintahan Jokowi-JK, sehingga melabeli capres nomor urut 01 itu sebagai presiden Survei.

"Janganlah pundung kata orang Sunda. Karena kepingin jadi komisaris (BUMN) enggak jadi jadi. Jadinya pindah ke kubu sebelah. Sudahlah jangan bikin kodok tertawa termehek mehek," kata Ruhut di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu, (29/9).

Jokowi
Presiden Jokowi saat menyerahkan bonus kepada paraatlet peraih medali Asian Games 2018. Foto: Biro Pers Setpres

Ruhut mengungkapkan Ferdinand saat Pilpres 2014 lalu sebetulnya berada di barisan pendukung Jokowi-Jusuf Kalla. "Dulu sama-sama pernah menjadi tim sukses bersamanya. Tapi, dia dari BaraJP, sedangkan saya dari Bravo5 pada waktu itu," tutur Ruhut.

Menurut Ruhut, apa yang disampaikan mantan koleganya di Demokrat itu malah semakin mengangkat elektabilitas Jokowi untuk memenangkan Pipres 2019.

"Itu saya jadikan sebagai sebuah kampanye. Sehingga orang-orang akan semakin simpatik kepada seorang Joko Widodo," tandas politikus yang sebelumnya dikenal sebagai pengacara artis itu.

ferdinand
Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean. MP/Fachruddin Chalik

Untuk diketahui, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Parati Demokrat, Ferdinand Hutahean menyindir Jokowi sebagai Presiden Survei. Pernyataan Ferdinan itu disampaikan merespon hasil lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dimotori Deni JA beberapa waktu lalu, yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dari pada Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. (Gms)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me
Bagikan