MerahPutih.com - Feral Wound resmi melepas EP terbaru bertajuk Chase Death pada Mei 2026. Rilisan ini menjadi langkah kedua mereka setelah sebelumnya memperkenalkan EP Desolate Dominion pada 2025.
Melalui Chase Death, Feral Wound kembali membawa atmosfer destruktif yang telah menjadi ciri khas mereka. Musik yang disajikan terasa brutal dan menyesakkan, seolah memaksa pendengar menghadapi gambaran kehancuran mulai dari perang hingga genosida.
Seluruh materi dibungkus dalam perpaduan old-school death metal yang kasar, riff thrash metal bernuansa retrospektif, hingga beat punk sederhana namun agresif. Kombinasi tersebut menciptakan ledakan sonik yang intens tanpa memberi ruang bernapas.
Baca juga:
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
EP berisi tujuh lagu ini hadir dengan total durasi sekitar 17 menit, namun mampu menyuguhkan intensitas penuh dari awal hingga akhir. Karakter musiknya terdengar liar, kacau, beringas, dan menghantam tanpa kompromi.
Menariknya, seluruh agresivitas tersebut ditutup dengan track bernuansa death/doom yang suram dan epik. Lagu penutup itu menghadirkan suasana layaknya monolit raksasa yang perlahan menghancurkan segalanya.
“Kami sangat bersemangat dalam memainkan dan merekam lagu-lagu baru ini. Semuanya terdengar sesuai harapan kami: liar, carut marut, namun suram,” ujar Feral Wound mengenai materi di EP terbaru mereka.
Respons positif juga datang dari reviewer Alvin Razdir atau yang dikenal sebagai Peanhead.
“Tiada ampun, nihil basa-basi, inilah artefak death metal-punk paling jorok. EP ini berisikan keliaran murni yang saya yakini dapat menghancurkan seluruh indra,” ujarnya.
Baca juga:
Sabaton Rilis 'Yamato', Lagu Metal Epik tentang Kapal Perang Legendaris Jepang
Dalam proses produksinya, Chase Death direkam di beberapa lokasi berbeda. Sesi drum dilakukan di Plug Studio, rekaman gitar dikerjakan di Rumah Musim Dingin, sementara vokal dirampungkan di Trippy Chamber.
Untuk proses mixing dan mastering, Feral Wound mempercayakannya kepada Gilang Fresandy di Rumah Musim Dingin. Sementara artwork EP ini digarap oleh seniman asal Bandung, Aldian Primanda.
Bersamaan dengan perilisan EP tersebut, Feral Wound juga baru menyelesaikan tur 'Feral Wound MYSGID Tour 2026' yang mencakup Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Tur tersebut disebut berhasil memperluas jaringan mereka sekaligus menjangkau lebih banyak pendengar baru di kawasan Asia Tenggara. (Far)

