Merahputih.com - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengambil langkah tegas terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. NFF mengajukan dua gugatan paralel kepada dua komite independen FIFA.
Langkah tersebut menjadi eskalasi terbaru dalam perselisihan panjang antara NFF dan FIFA, terutama menyangkut isu transparansi, tata kelola, serta pengawasan organisasi sepak bola dunia.
Baca juga:
Update Peringkat FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Makin Gacor ke Posisi 117
Dalam dokumen pertama, NFF meminta Komite Etik FIFA menyelidiki dugaan pelanggaran Kode Etik FIFA yang melibatkan Infantino dan pihak-pihak terkait.
Sementara berkas kedua diajukan kepada Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan (GACC). NFF meminta badan tersebut meninjau efektivitas pengawasan finansial serta proses pengambilan keputusan internal FIFA.
Tiga Isu Jadi Pemicu
Baca juga:
Premier League hingga Serie A Kompak Desak Reformasi FIFA, Posisi Gianni Infantino Terancam
NFF menyebut pengajuan tersebut berkaitan dengan tiga persoalan yang dinilai kontroversial.
- FIFA Peace Prize
- Pencabutan hukuman penangguhan penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026
- Proyek FIFA Forward Enterprise yang dibatalkan
Proyek terakhir sebelumnya dirancang untuk memungkinkan investor swasta membeli saham minoritas dalam hak pengelolaan turnamen FIFA.
Menurut NFF, persoalan tersebut menjadi bagian dari kekhawatiran yang selama beberapa tahun telah mereka sampaikan mengenai tata kelola FIFA.
NFF selama beberapa tahun telah mempertanyakan tata kelola, transparansi, dan pemisahan kekuasaan di dalam FIFA. Pengajuan berkas ini merupakan kelanjutan alami dari komitmen NFF terhadap tata kelola sepak bola internasional,
tulis NFF dalam pernyataan resminya.
Baca juga:
Pemilihan Presiden FIFA 2027 Memanas, Prancis Cabut Dukungan untuk Infantino
Federasi Norwegia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar bentuk kritik terbuka, tetapi upaya untuk membawa persoalan ke mekanisme pemeriksaan formal FIFA.
"Tujuannya adalah untuk menyampaikan isu-isu ini secara formal kepada badan yang tepat, agar diperiksa, mendapatkan bukti-bukti yang relevan, serta memastikan adanya akuntabilitas atas kesimpulan yang dihasilkan," kata NFF.