FBR dan Ulama Betawi Deklarasi Tolak 'People Power' 22 Mei

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 14 Mei 2019
FBR dan Ulama Betawi Deklarasi Tolak 'People Power' 22 Mei

Massa FBR. (Instagram/@forum_betawi_rempug)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ulama dan tokoh agama DKI Jakarta meminta agar tak ada lagi provokasi setelah Pemilu 2019. Umat diminta untuk menjaga susasana sejuk seraya menunggu hasil perhitungan suara resmi KPU tanggal 21 Mei mendatang, sekaligus mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menjaga Kamtibmas.

"Jangan mudah terprovokasi dan mengikuti atau menerima hasil penghitungan dan pengumuman KPU hasil penghitungan Pilpres dan Pileg 2019 - 2024," kata Pengurus DKM Masjid Baitul Taqwa Sawah Besar Ustad Rudiyanto, dalam keterangannya, Selasa (14/5).

Jokowi Prabowo
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan (kanan) Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tengah mengundi pertanyaan tema Debat Pilpres Kedua dari penelis. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Para Ulama juga berterima kasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri yang dinilai berhasil amankan kegaiatan pemilu. Apalagi, pemilu seharusnya berfungsi sebagai ajang pemersatu bangsa.

"Kepada masyarakat, kami sebagai ulama, mengajak mari kita cooling down. Bersama-sama merajut kembali ukhuwah persatuan kita. Baik ukhuwah keislaman dan kenegaraan kita. Sehingga kita menjadi masyarakat yang damai, utuh, dan perdamaian. Tegakkan NKRI," tutur Ulama asal Kemayoran, KH Nuh.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim mengimbau warga DKI Jakarta agar menjaga kampung dari aksi provokasi. "Pemilu sudah selesai, mari kita FBR bersama masyarakat ikut menjaga kampung kita masing-masing dari provokator dan aksi provokatif," kata Lutfi.

Ketum FPB Lutfi Hakim
Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim

Lutfi juga menyeru anggota FBR untuk ikut membantu aparat keamanan setempat menciptakan situasi dan kondisi wilayah yang aman, tenteram, dan damai. Dia mengimbau anggota FBR agar tidak ikut-ikutan aksi people power. "Serta tidak mengikuti aksi-aksi turun ke jalan yang mengarah kepada aksi people power," ujar Lutfi.

"Amanat saya selanjutnya adalah menekankan kepada seluruh anggota FBR untuk tidak mengikuti aksi-aksi turun ke jalan yang bertujuan mendelegitimasi KPU RI dan Bawaslu RI, atau aksi 'people power' yang diserukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin Indonesia rusuh," tutup pentolan FBR itu. (Knu)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me
Bagikan