MerahPutih.com - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya memberikan penjelasan terkait kenaikan harga tiket semifinal ASEAN Championship 2026 atau sebelumnya dikenal Piala AFF antara Timnas Malaysia dan Vietnam yang memicu kegaduhan di kalangan suporter.
FAM menyebut penetapan harga tiket semifinal leg pertama di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Minggu, 16 Agustus 2026 telah mempertimbangkan sejumlah faktor. Mulai dari biaya penyelenggaraan, operasional dan keamanan, pengelolaan stadion hingga kebutuhan teknis pertandingan.
FAM juga menegaskan bahwa kemampuan serta kepentingan suporter tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga tiket.
Baca juga:
"Justru, penetapan harga tiket dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara biaya dan organisasi serta upaya untuk memastikan bahwa pertandingan tim nasional dapat terus dihadiri oleh pendukung Harimau Malaya.”
Kami berharap para pendukung dapat memahami pertimbangan di balik penetapan harga tiket dan terus mendukung tim nasional Harimau Malaya dalam menghadapi pertandingan penting melawan Vietnam,
menurut pernyataan FAM.
Harga Tiket Malaysia vs Vietnam Naik, Suporter Protes
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada kategori Terbuka untuk dewasa. Tiket yang sebelumnya dibanderol RM30 pada fase grup kini naik menjadi RM50 atau meningkat hampir 70 persen.
Sementara itu, tiket kategori Grandstand dijual seharga RM70 dan kategori VIP mencapai RM100. Adapun tiket Terbuka untuk anak-anak tetap dipatok RM5.
Kebijakan tersebut mendapat sorotan dari sejumlah suporter di kolom komentar Instagram resmi FAM. Sebagian mempertanyakan alasan kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut.
Baca juga:
Bahkan, sejumlah penggemar menilai harga tersebut lebih layak jika pertandingan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil yang memiliki kapasitas lebih besar dan fasilitas yang dinilai lebih nyaman.
FAM berharap para pendukung tetap memberikan dukungan penuh kepada Harimau Malaya saat menghadapi Vietnam dalam pertandingan semifinal yang diprediksi berlangsung sengit. (*)