Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Facebook Sebut Media Sosial Bisa Buruk untuk Demokrasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 24 Januari 2018
Facebook Sebut Media Sosial Bisa Buruk untuk Demokrasi

Ilustrasi. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEDIA sosial Facebook mengakui bahwa pihak mereka gagal menjaga jejaring sosial itu sebagai medium mediasi internasional untuk memengaruhi pemilihan presiden AS. Demikian diungkapkan Manajer Produk untuk Hubungan Sipil Facebook Samidh Chakrabarti.

Pernyataan yang dimuat dalam sebuah tulisan blog itu merupakan refleksi paling tajam dan penting atas efek paltform media sosial terhadap pemilihan presiden AS. Chakrabarti mengungkapkan bahwa Pilpres AS 2016 telah memaksa Facebook menghadapi pertanyaan keras tentang peran yang mereka mainkan dalam menyebarkan berita tak benar yang berujung memperkeruh suasana politik.

"Facebook awalnya ditujukan menghubungan teman dan keluarga. Platform ini melakukan hal itu dengan amat baik," ujarnya pada tulisan blog itu pada Senin (22/1).

"Namun, saat sejumlah orang menyalurkan energi politik mereka lewat medium ini, Facebook telah digunakan untuk hal-hal yang tidak kami antisipasi sebelumnya," imbuhnya.

Pada 2016, menurut Chakrabarti, Facebook terlalu lamban menyadari betapa parahnya oknum menyalahgunakan platform media sosial tersebut. Atas kelalaian itu, ia mengaku bahwa Facebook tengah bekerja amat keras untuk menetralkan risiko tersebut.

"Saat ini, kami amat bertekad melawan dampak negatif danmemastikan platform kami menjadi sumber baik bagi demokrasi," ujar Direktur Politik Global dan Hubungan Pemerintah Facebook Katie Harbath.

Sementara itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengakui dalam sebuah tulisan di awal tahun ini bahwa tantangan pribadinya di 2018 ialah untuk memperbaiki platform media sosial yang ia ciptakan tersebut.

"Facebook membuat terlalu banyak kesalahan dalam menerapkan kebijakan dan mencegah penyalahgunaan," ujar Zuckerberg.

Akibat banyaknya kritik, media sosial tersebut kini menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan pengecekan fakta. Hal itu dilakukan untuk menghalau berita palsu dan hoax. Selain itu, pihak Facebook juga berencana meminta pengguna ikut berpartisipasi dalam menentukan sumber berita tepercaya. (dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan