EP 'Harapan' The Cottons: Tentang Doa, Kasih, dan Harapan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Juni 2024
EP 'Harapan' The Cottons: Tentang Doa, Kasih, dan Harapan

The Cottons baru saja merilis EP perdana. (Foto: MerahPutih.com/Febrian Adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede masih mengingat wholesome moment yang terjadi di atas panggung ‘Paguyuban Crowd Surf Vol. 5’, Sabtu (8/6), saat mereka tampil sebagai The Cottons bernyanyi dan menghibur penggemar untuk pertama kalinya.

Wholesome moment yang mengharukan sekaligus mengembirakan saat The Cottons menyelesaikan lagu Harapan Pt. 2 dengan lirik yang berbunyi: “Tak terukur dalamnya rasa pilu… saat ku kehilangan harapan… anganku.. melintasi Samudra… berakhir dalam mega yang sunyi.”

Tetesan air matapun tak terbendung mengalir perlahan dari mata pasangan itu, disambut dengan sorakan riuh serta suara tepuk tangan dari para penonton yang hadir.

Baca juga:

The Cottons Kembali dengan Mini Album 'Harapan' setelah 8 Tahun Absen

Dirilis pada 1 Juni 2024 pertama kali melalui Bandcamp, debut EP dari The Cottons berisikan narasi tentang kehidupan, pengalaman, dan harapan secara personal lewat empat trek yang berhasil mewakilinya secara apik.

“Materi sebenarnya sudah ada sejak 2020, namun banyak tertunda karena satu dan lain hal. Kemudian untuk proses rekaman itu sebenarnya hanya memakan waktu sekitar tiga bulan untuk Harapan ini, kami banyak terbantu salah satunya oleh Yanuari Murdiansah pada bass dan Christo Putra pada drum,” ucap pria yang akrab disapa Jezkul kepada saat ditemui MerahPutih.com di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

Lebih lanjut, Jezkul menuturkan bila pengharapan EP Harapan sebenarnya tidak memakan waktu sampai delapan tahun. Bahkan, bisa dibilang bahwa hasil karya apik EP ini merupakan 'sistem kebut semalam'

“Kami mengejar deadline untuk manggung pertama kali di PCS Vol. 5. Penawaran untuk bermain itu sudah diajak oleh Zaka Sandra Novian dari akhir 2023. Karena timeline-nya cukup lama sampai di bulan Februari 2024 kami masih santai. Dan sempat diundur menjadi Mei. Tiba-tiba sudah masuk Maret dan Zaka kabarin lagi. Akhirnya kami berpikir ini harus rilis EP dulu. Soalnya enggak mungkin kita cuma mainin dua lagu atau mainin lagu orang juga,” lanjut Jezkul.

Kaneko Pardede pun mengamini opini tersebut dengan menambahkan, “Sebelum acara PCS kami ingin rilis EP dulu, yah memang belagak gila. Dan kalau ditanya persiapan EP ini, mungkin hanya memakan waktu tiga bulan.”

Walaupun waktu penggarapan EP Harapan terbilang pendek, namun yakinlah bahwa materi yang diselesaikan berhasil berlabuh dalam irama awang nan intens. Menampilkan warna musik pop manis yang kaya dengan komposisi musik soft rock lengkap dengan ambience yang begitu mendalam dari synthesizer, bass, gitar, drum hingga keyboard.

Baca juga:

Album 'Daur Hidup' Berisikan Pikiran Riuh dan Berliku Donne Maula

Suasana perjalanan transisi dari trek Harapan Pt. 1 yang memberi pendengar secercah harapan, kemudian merasakan jatuhnya berkabung tentang apa itu kehilangan di Harapan Pt. 2, lalu kembali berdiri tanpa rasa lelah melalui Harapan Pt. 3 dan menemui rasa ‘legowo’ di Ashes of Hope. Perpaduan emosi dan keajaiban harapan yang apik untuk karya berjumlah empat trek ini.

“Sebenarnya kita hanya ingin men-deliver sesuatu berdasarkan pengalaman personal, saat punya harapan, saat hilang harapan sampai saat harapan itu tumbuh kembali,” tambah Jezkul.

Harapan menjadi pemilihan diksi yang tepat untuk debut EP The Cottons. Dengan lirik personal dari masing-masing personel, harapan pun menjadi doa terutama bagi sang buah hati bernama Keenan.

Bisa dikatakan, melalui EP Harapan Jezkul dan Kaneko menuliskan doa, kasih sayang dan pengharapan di dalamnya.

“Ada momen di mana teman kami, Tio, Mamat dan Rusli itu merekam penampilan kami secara penuh waktu manggung di PCS. Dan ketika Tio bilang sudah di-upload ya ke YouTube, pikiran pertama adalah kita harus bareng nonton sama Keenan,” cerita Kaneko

“Nontonlah kami bertiga sebelum tidur, di situ dia (Keenan) ngomong, ‘papa.. lihat itu papa,” beberapa kali, dan gue melihat begitu aja dia ada rasa bangga ke kami berdua. Itu juga sebenarnya obrolan gue dan Jezkul, kita ingin memberikan sesuatu ke Keenan yang bisa membuat dia menjalani hidup ini lebih kuat.”

Baca juga:

Jazz in Unity, Bersatu dalam Konser untuk Anak-Anak Palestina

Lebih lanjut, narasi yang dituliskan dalam EP Harapan tak hanya untuk cerita personal kedua personel, Jezkul bersyukur beberapa orang yang mendengarkan utuh EP ini memiliki sendiri cerita yang relate saat mendengarkannya.

“Bila dikatakan EP ini terinspirasi dari Keenan itu enggak salah, namun kami tidak ingin pengalaman ini kami yang rasakan, gue membebaskan untuk para pendengar dalam merepresentasikan lagu-lagu kami dan kami bersyukur atas hal itu,” tutur Jezkul.

EP Harapan kini sudah mengudara di pelbagai digital streaming platform (DSP) sejak 8 Juni 2024. Dengarkan secara utuh tanpa skip satu pun trek yang tersaj, biarkan alunan nada dan ambience yang dimainkan membawamu masuki dunia The Cottons secara fasih. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
SINTESIS mempertemukan YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE dalam proyek kolaborasi graffiti yang menggabungkan mural, musik, dan skate bowl.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
ShowBiz
Shaggydog Menuju 30 Tahun, Hadirkan Kelas BE29AS untuk Berbagi dengan Skena Musik Yogyakarta
Shaggydog genap 29 tahun dan menggelar Kelas BE29AS sebagai ruang belajar musik, dari sound, teknik bermusik hingga manajemen band.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Shaggydog Menuju 30 Tahun, Hadirkan Kelas BE29AS untuk Berbagi dengan Skena Musik Yogyakarta
ShowBiz
DWP26 Umumkan Lineup Fase Pertama, Ada Axwell B2B Sebastian Ingrosso hingga Afrojack
DWP26 mengumumkan lineup fase pertama. Ada Axwell b2b Sebastian Ingrosso, Afrojack, Alok, R3HAB, Cosmic Gate, hingga MaRLo.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
DWP26 Umumkan Lineup Fase Pertama, Ada Axwell B2B Sebastian Ingrosso hingga Afrojack
ShowBiz
Juicy Luicy Batal Mangung di Batam, Penyelenggara Ungkap Masalah Kelebihan Bagasi
Juicy Luicy sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu penampil dalam XYZ Liveground.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Juicy Luicy Batal Mangung di Batam, Penyelenggara Ungkap Masalah Kelebihan Bagasi
ShowBiz
for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single Terbaru 'Museum Duka'
for Revenge kembali dengan single 'Museum Duka' bersama YB atau Reza Arap dan Tepe, mengangkat tema kehilangan, rindu, dan kenangan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single Terbaru 'Museum Duka'
ShowBiz
Lomba Sihir Hadirkan 'Di Seberang', Lagu tentang Cinta dan Perjalanan Menuju Perpisahan
Lomba Sihir merilis 'Di Seberang' pada 14 Juli 2026. Lagu ini menjadi bagian dari versi deluxe album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Lomba Sihir Hadirkan 'Di Seberang', Lagu tentang Cinta dan Perjalanan Menuju Perpisahan
ShowBiz
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio Kembali Berkolaborasi Lewat Single 'Berharap'
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio kembali berkolaborasi lewat single 'Berharap' yang mengangkat kisah cinta mendalam namun tak mendapat balasan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio Kembali Berkolaborasi Lewat Single 'Berharap'
Fun
Lagu 'End of August' Noah Kahan, Memaknai Pulang dalam Dilema Rindu dan Gelisah
Noah Kahan lewat lagu “End of August” mengangkat kerinduan pulang ke Vermont yang bercampur kegelisahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Lagu 'End of August' Noah Kahan, Memaknai Pulang dalam Dilema Rindu dan Gelisah
ShowBiz
BTS Tutup Tur Amerika Utara dengan Konser di Los Angeles, Catat Rekor Gemilang
Tur tersebut diperkirakan telah menarik sekitar 1,92 juta penggemar di seluruh benua Amerika Utara.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
  BTS Tutup Tur Amerika Utara dengan Konser di Los Angeles, Catat Rekor Gemilang
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Bagikan