Enggak Seram, Begini Tampilan Asli Aktor Film Horor

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 30 Januari 2019
Enggak Seram, Begini Tampilan Asli Aktor Film Horor

Ternyata, di balik tampilan seram aktor horor, ada wajah rupawan. (foto: IMDb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu bagian yang paling seram dari film horor ialah tampilan aktornya. Terlebih tampilan tokoh hantunya. Pasti sukses bikin merinding.


Namun siapa sangka, ternyata para aktor yang memerankan karakter horror itu aslinya enggak seram lo. Masak sih?

1. Bonnie Aarons (The Nun)

bonnie aarons, the nun
Tampilan seramnya sampai bikin takut rekan kerja di lokasi. (foto: nickiswift.com)

Kalau melihat fotonya, mungkin kamu tidak percaya. Bagaimana bisa Bonnie Aarons bisa didandani jadi Valak yang sangat menyeramkan itu?

Tokoh suster dalam film The Nun itu benar-benar membuat banyak orang ketakutan. Agar bisa berubah menjadi Valak, Bonnie membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk di makeup. Bonnie juga mengaku bahwa dia sering menakuti rekan kerjanya selama di lokasi syuting.

Bahkan Taissa Farmiga pernah sampai ketakutan melihat Aarons dalam jubah suster dan full makeup.

2. Takako Fuji (The Grudge)

takako fuji, the grudge
Sudah beberapa kali memerankan Kayako. (Foto: nickiswift.com)

Takako Fuji sangat dikenal berkat perannya sebagai Kayako Saeki dalam film-film The Grudge/Ju-on. Kalau lihat fotonya, kamu pasti enggak percaya banget kalau perempuan semanis itu bisa jadi hantu yang penuh dendam dan meneror banyak orang.

Fuji terkenal dengan aktingnya yang penuh darah, rambut hitam panjang, serta muka dan pakaian putih. Fuji juga pernah bermain menjadi Kayako versi Jepang dan versi Amerika lo! Namun, tetap saja dua-duanya sangat menyeramkan.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan