FILM Dilan 1990 yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq memang tengah mencuri perhatian publik Indonesia. Namun, jauh sebelum novel remaja itu menjadi hit, anak 90-an sudah terlebih dahulu akrab dengan novel yang bertemakan keseharian remaja.
Saking akrabnya, enggak sedikit lo yang mengidolakan karakter novel tersebut. Untuk Anda yang lahir dan besar di era 90-an, yuk, nostalgia lagi dengan karakter novel berikut ini.
1. Olga
Cewek ceriwis yang bekerja sebagai penyiar radio ini begitu lekat dengan generasi 90-an. Ciri khasnya, sepatu roda. Olga ialah karakter rekaan yang dibuat Hilman Hariwijaya. Novel seri pertama Olga berjudul Sepatu Roda dirilis Juli 1990.
Diceritakan, Olga ialah pelajar SMA dan tinggal bersama Mami dan Papi. Sang Papi bekerja sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta. Olga yang amat menggemari sepatu roda itu punya sahabat bernama Wina. Selain sekolah, Olga juga bekerja sebagai penyiar radio di Radio Ga Ga yang dimiliki oleh Mas Ray.
Novel Olga telah difilmkan pada 1991 dengan judul Olga dan Sepatu Roda yang diperankan Desy Ratnasari, Nike Ardilla, Mandra, dan Ida Kusumah. Selain itu, Sarah Sechan pernah memerankan Olga di serial TV pada 1997.
2. Wiro Sableng 212
Meskipun bukan tipe novel romantis, Wiro Sableng 212 karya Bastian Tito ini tetap digandrungi anak zaman 90-an.
Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng. Wiro ialah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah '212' di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan.
Di tahun 90-an, serial Wiro Sableng jadi tontonan yang selalu ditunggu. Enggak lama lagi, film Wiro Sableng 212 akan dirilis dengan Vino G Bastian yang memerankan sosok Wiro Sableng. Anak 90-an wajib nonton deh.
3. Lupus
Selain serial Olga, Hilman Hariwijaya juga sukses dengan novel Lupus.
Karakter Lupus digambarkan sebagai anak SMA dengan berbagai dinamikanya. Ia punya seorang adik bernama Lulu. Mereka berdua tinggal bersama sang Mami yang bernama Anita. Sementara itu, sang Papi yang bernama Mulyadi, telah meninggal saat Lupus kelas 1 SMA.
Beberapa kisah dari novel Lupus juga telah diangkat ke dalam bentuk film dan sinetron. Selain itu, telah terbit berbagai variasi dari cerita Lupus, seperti Lupus Kecil dan Lupus Milenia.
Sebagai remaja yang gaul, Lupus juga dikelilingi cewek-cewek cantik yang pernah menjadi kekasihnya, seperti Poppy, Rina, Happy, sampai Nessa.
Selain rambut jambul, Lupus amat identik dengan permen karet yang selalu ada di mulutnya. Yang juga bikin Lupus jadi idola ialah sifatnya yang konyol.
Bagaimana, jadi kangen baca novelnya lagi kan?(dwi)

