Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Enggak cuma Doyan Makan, Lima Kondisi Kesehatan ini Bikin Gampang Gemuk

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 12 Desember 2017
Enggak cuma Doyan Makan, Lima Kondisi Kesehatan ini Bikin Gampang Gemuk

Beberapa kondisi kesehatan bikin seseorang lebih cepat gemuk. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERITA mengenai penderita obesitas belakangan marak diperbincangkan.

Sebelumnya, publik mengenal bocah 10 tahun bernaa Arya Permana yang punya bobot 118 kg. Belum lama, muncul juga nama Yudi Hermanto yang berbobot 310 kg. Tak seperti Arya yang mendapat pertolongan untuk menurunkan berat badan, Yudi meninggal saat ia dirawat di RS akibat obesitas yang diideritanya.

Secara umum, pola makan buruk dan minimnya aktivitas fisik ialah dua faktor utama yang membuat badan gemuk. Genetik dan sistem metabolisme tubuh juga ikut berperan dalam menentukan seberapa cepat tubuh seseorang menggemuk. Namun, beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu ternyata juga bisa membuat badan gemuk tanpa pernah disadari.


1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme membuat kelenjar tiroid tidak berfungsi semestinya. Hormon yang dihasilkan dari kelenjar ini membantu mengatur metabolisme tubuh.

Itulah sebabnya hipotiroidisme membuat metabolisme menurun. Akibatnya, Anda rentan cepat gemuk. Gejala hipotiroid lainnya ialah sensitivitas terhadap dingin, depresi, bahkan kuku dan rambut yang rapuh.


2. PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah masalah pada keseimbangan hormon wanita. PCOS biasanya menyebabkan pembentukan kista di indung telurnya, sehingga menyebabkan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh jadi tidak seimbang.

PCOS dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Selain itu, PCOS bisa membuat badan gemuk akibat kenaikan berat badan atau kesulitan dalam l?menurunkan berat badan. PCOS juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut halus dan jerawat berlebih.


3. Prolaktinoma

Prolaktinoma adalah kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tumor jinak (nonkanker) pada kelenjar hipofisis di otak. Akibatnya, tubuh jadi memproduksi hormon prolaktin secara berlebihan. Meskipun prolaktinoma tidak menyebabkan kematian, penyakit ini dapat mengganggu penglihatan Anda hingga menimbulkan masalah kesuburan. Efek lainnya ialah menambah berat badan.


4. Cushing syndrome

Sindrom Cushing atau juga sering disebut dengan hiperkortisolisme adalah penyakit yang disebabkan hormon kortisol yang berlebihan. Hal itu dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem tubuh secara keseluruhan, seperti kadar gula darah yang tidak seimbang atau respons imun yang menurun. Tak jarang, sindrom Cushing dapat menyebabkan bertambahnya berat badan tanpa disadari, terutama pada area wajah, punggung bagian atas, leher, dan pinggang.


5. Depresi

Stres dan depresi bisa jadi penyebab yang membuat badan gemuk tiba-tiba. Gejolak emosi negatif yang ditimbulkan dari dua kondisi itu dapat memicu Anda makan secara berlebihan. Hal itu tentu saja berbahaya karena orang yang mengalami stres biasanya tidak menyadari seberapa banyak makanan yang telah ia makan. Pada akhirnya, berat badan naik secara tiba-tiba.

Makanan yang dikonsumsi saat emotional eating biasanya mengandung banyak kalori dan tinggi karbohidrat, seperti es krim, biskuit, cokelat, makanan ringan, kentang goreng, pizza, dan hamburger. Belum lagi, jika sering menjadikan makanan sebagai pelarian untuk melepaskan stres, Anda mungkin bisa makan lebih dari tiga kali dalam sehari dengan jumlah yang besar. Hal itulah yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan kegemukan jika berlangsung terus-menerus.

Waaspadalah jika Anda mengalami gejala seperti itu dan mengalami kenaikan berat badan yang tak disadari. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan