Enggak Cukup Pakai Pin, Emma Watson Tatokan Time's Up

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Maret 2018
Enggak Cukup Pakai Pin, Emma Watson Tatokan Time's Up

Emma Watson. (foto: Twitter @EmmaWatson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang punya cara tersendiri untuk mendalami misi mereka. Emma Watson memilih melakukannya dengan membubuhkan tato.

Saat aktirs 27 tahun itu menghadiri acara pesta pasca-Oscar Vanity Fair di Beverly Hills, Minggu (4/3) malam waktu AS, semua mata tertuju pada sebuah tato di lengannya. Tato itu bertuliskan, 'Time's Up'.

emma watson
Emma Watson saat menghadiri pesta Oscar Vanity Fair. (foto: Eonline)

Tulisan di lengan Watson itu berwarna hitam dengan bentuk kursif. Meskipun menjadi menegaskan dukungan Watson untuk gerakan penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan, tampaknya tato itu tak akan bertahan lama di lengan Watson. Pasalnya, tato itu bukanlah permanen.

emma watson
Tato Time's Up di lengan Emma Watson. (foto: popsugar)

Ini bukanlah kali pertama Watson mendukung gerakan Time's Up. Pada Februari lalu, bintang Harry Potter itu menyumbangkan 1 juta pound sterling atau sekitar Rp 19 miliar untuk Justice and Equality Fund. Lembaga itu merupakan badan yang memerangi pelecehan seksual, kekerasan, dan diskriminasi.

Selain itu, saat menghadiri Golden Globes 2018 lalu, Watson hadir dengan gaun hitam sebagai bentuk dukungannya.

Setelah merebaknya kasus pelecehan seksual oleh Harvey Weinsteins, acara-acara penghargaan Hollywood mulai membuka mata untuk isu kesetaraan gender dan penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan.

Sejumlah nama aktris beken ikut ambil bagian dalam gerakan Time's Up dan #MeToo, semisal Oprah Winfrey, Alyssa Milano, hingga Lady Gaga. (dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan