Elektabilitas Jokowi Dibilang Turun, Erick Thohir Jawab Masih Beda 20 Persen

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 21 Desember 2018
Elektabilitas Jokowi Dibilang Turun, Erick Thohir Jawab Masih Beda 20 Persen

Pengasuh Pondok Pesantren Girikesumo, K.H. Munif Muhammad Zuhri menyambut kunjungan Presiden Jokowi di pesantren tersebut (Foto: BPMI Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir berdalih jagoannya masih unggul 20 persen berdasarkan hasil survei terakhir, meskipun elektabilitas petahana mengalami penurunan di sejumlah daerah dalam waktu empat bulan jelang pencoblosan Pilpres 2019.

"Alhamdulillah riset terakhir perbedaan terakhirnya masih 20 persen itu. Itu dari lembaga survei profesional," kata Erick, saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kemarin, dilansir dari Antara, Jumat (21/12).

Cawapres Ma'ruf Amin dan Ketua TKN Erick Thohir. Foto: MO/Fadhli

Namun, Erick enggan menyebut nama lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan jarak hingga 20 persen itu. Disinggung tingkat elektabilitas Jokowi menurun di sejumlah daerah termasuk Sulsel, Erick menjawab diplomatis.

Erick berdalih isu soal naik turunnya tingkat elektabilitas berdasarkan hasil survei bukan patokan, tetapi hasil saat pemungutan suara nanti. Untuk Sulsel, bos Timses Jokowi itu yakin bakal meraup suara terbanyak dengan adanya peran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang tercatat sebagai orang asli Bone itu.

Wapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: MP/Fadhli)

"Saya meyakini terutama Sulsel apalagi sekarang dengan adanya dukungan penuh dari Pak JK yang merupakan tokoh Indonesia timur. Saya yakin di Indonesia timur, khususnya di Sulsel, Insyaallah menang. Pak JK sudah tidak diragukan lagi kinerjanya selama ini," tandas dia. (*)

#Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan