MerahPutih.com - Eleanor Whisper merilis single terbaru berjudul Ini Hal Biasa pada 9 Oktober 2026. Lagu yang mengangkat tema penerimaan terhadap luka dan kesedihan ini menjadi pengantar menuju album ketiga mereka yang direncanakan meluncur pada 2027.
Single Ini Hal Biasa kini tersedia di berbagai platform streaming digital. Eleanor Whisper juga menghadirkan video lirik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube mereka.
Di balik perilisannya, lagu ini menyimpan perjalanan kreatif yang cukup panjang. Ditulis pada 2024, Ini Hal Biasa sempat menjadi bagian dari proses penggarapan album kedua Eleanor Whisper, Mati Bersemi. Namun, pengerjaannya belum selesai saat itu sehingga sejumlah bagian lagu masih dibiarkan terbuka.
Dua tahun kemudian, Eleanor Whisper kembali menggarap lagu tersebut. Proses penyempurnaan dan rekaman akhirnya membawa Ini Hal Biasa menuju perilisan pada 2026.
Baca juga:
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
Berawal dari Kegelisahan Personal
Ferri Neldy Ananda, penulis lagu Ini Hal Biasa, mengungkapkan bahwa karya tersebut berangkat dari pengalaman dan kegelisahan personal. Perasaan hampa, kebingungan, serta rasa sakit yang bercampur dengan sedikit harapan akan cinta menjadi titik awal penulisan lagu ini.
Waktu itu hidup terasa cukup hampa. Ada bingung, ada sakit, tapi di saat yang sama masih ada sedikit rasa cinta. Rasanya seperti berada di satu titik di mana banyak hal terjadi, tapi saya sendiri tidak terlalu mengerti semuanya sedang membawa saya ke mana,
Personel Eleanor Whisper, Ferri Neldy Ananda.
Seiring berjalannya waktu, perspektif terhadap pengalaman tersebut perlahan berubah. Hal-hal yang sebelumnya terasa menyakitkan mulai dapat dipahami dari sudut pandang berbeda.
Perubahan itu bukan berarti luka sepenuhnya menghilang. Namun, jarak waktu memberi kesempatan untuk melihat kembali pengalaman masa lalu dan memahaminya dengan lebih jernih.
Memaknai Kesedihan sebagai Bagian dari Kehidupan
Pemahaman tersebut menjadi inti pesan yang ingin disampaikan Eleanor Whisper melalui Ini Hal Biasa. Band ini memandang kesedihan sebagai bagian yang wajar dalam kehidupan, sebagaimana kebahagiaan yang juga datang silih berganti.
Keduanya menjadi bagian dari perjalanan seseorang. Pengalaman hidup terbentuk melalui berbagai keputusan, perkataan, cara memandang keadaan, hingga pemikiran yang terus tersimpan dalam diri.
Alih-alih menawarkan cara untuk menghapus rasa sakit, Eleanor Whisper memilih pendekatan yang lebih terbuka: menghadapi dan mengakui luka sebagai bagian dari pengalaman hidup.
Sikap tersebut tergambar dalam penggalan lirik berikut:
“Lalu kubiarkan semua luka terbuka, Takkan kubiarkan semua luka terulang...”
Bagi Ferri, membiarkan luka tetap terbuka bukan berarti seseorang harus terus terjebak dalam kesedihan. Sebaliknya, sikap itu menjadi bagian dari proses menerima kenyataan bahwa pengalaman menyakitkan memang pernah terjadi.
Dengan mengakui pengalaman tersebut, seseorang memiliki kesempatan untuk mengambil pelajaran sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca juga:
Tentang Penerimaan dan Hal-Hal yang Tak Selalu Berakhir Bahagia
Melalui Ini Hal Biasa, Eleanor Whisper mengajak pendengar melihat penerimaan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Ada kalanya seseorang harus menghadapi kehilangan, mengakui keputusan yang keliru, menerima sesuatu yang tidak pernah berhasil didapatkan, atau memahami suatu keadaan setelah semuanya berlalu.
Dalam konteks tersebut, penerimaan bukan tentang menghapus masa lalu atau menganggap rasa sakit tidak berarti. Sebaliknya, pengalaman yang pernah terjadi dapat dipahami sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk cara seseorang memandang kehidupan.
Pendekatan inilah yang memberi ruang bagi Ini Hal Biasa untuk berbicara tentang kesedihan tanpa harus menawarkan akhir yang selalu membahagiakan.
Menjadi Pengantar Album Ketiga Eleanor Whisper
Perilisan Ini Hal Biasa juga menandai langkah awal Eleanor Whisper menuju perjalanan musikal berikutnya. Single ini diperkenalkan sebagai pembuka untuk album ketiga mereka yang direncanakan meluncur pada 2027.
Setelah melewati proses kreatif yang dimulai sejak 2024, lagu ini akhirnya hadir sebagai karya tersendiri sekaligus pengantar menuju babak baru perjalanan Eleanor Whisper. (Far)