Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Relasi

Eggak cuma Bosan, Lima Hal ini Jadi Penyebab Perselingkuhan Terjadi

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 20 Januari 2018
Eggak cuma Bosan, Lima Hal ini Jadi Penyebab Perselingkuhan Terjadi

Ilustrasi foto pasangan selingkuh. (Foto: Shutterstok.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBANYAKAN orang akan melabeli selingkuh atau tindakan tidak setia lainnya sebagai hal yang salah. Meskipun demikian, perselingkuhan tetap saja marak terjadi.

Beberapa beralasan berselingkuh tanpa diniatkan dan semuanya terjadi begitu saja.

"Umumnya orang akan berkata mereka tidak berencana selingkuh atau bahkan tidak menginginkannya. Namun, kebanyakan kasus perselingkuhan terjadi saat Anda tidak merencanakannya," ujar Kristin Zeising, Psy D, terapis seks dan konselor hubungan di San Diego, California, seperti dilansir Health.

Tanpa disadari, ternyata ada lima alasan umum di balik perselingkuhan yang terjadi.

1. Merasa tak puas dengan pasangan

Alasan satu ini memang klise, tapi benar adanya. Ketidakpuasan di sini bisa bermakna secara seksual maupun dalam hal hubungan. Sebuah studi pada Archives of Sexual Behavior yang dirilis pada 2011 menemukan bahwa 72% laki-laki dan 62% perempuan yang berselingkuh mengaku tidak bahagia dengan hubungan mereka.

Sementara itu, 74% laki-laki dan 48% perempuan yang tak setia mengaku tidak cocok secara seksual dengan pasangan mereka.

Agar terhindar dari perselingkuhan, amatlah penting untuk selalu jujur dengan pasangan Anda tentang kebutuhan dan keinginan Anda. Ungkapkan selalu perasaan Anda. Yang juga penting, tunjukkanlah bahwa pasangan Anda berarti buat Anda.

2. Kesenjangan gaji

Mereka yang menjadi pencari nafkah dengan pasangan yang sepenuhnya tergantung kepadanya lebih mungkin diselingkuhi. Demikian diungkapkan dalam studi yang diterbitkan American Sociological Review.

Dalam sebuah hubungan, yang menghasilkan lebih sedikit amat mungkin akan berlaku tak setia. Para pria lebih sulit menerima ketimpangan. Oleh karena itu, mereka lebih mudah menjauh dalam sebuah hubungan.

Karena semua isu bisa terkait dengan uang, komunikasi menjadi kuncinya. Bicarakan keengganan Anda dalam hal keuangan dengan pasangan. Jangan tunggu hingga masalah itu menumpuk.


3. Merayakan ulang tahun pergantian angka kepala

Sebuah studi yang dilakukan di 2014 dan diterbitkan pada Proceedings of the National Academy of Sciencesberteori, menemukan bahwa mereka yang ada di umur 25 hingga 64 tahun dan berumur dengan akhiran sembilan, seperti 29 atau 39, punya kemungkinan 18% berselingkuh.

Peneliti berteori bahwa mungkin saja pergantian umur ke angka kepala yang lebih besar membuat orang mencari makna lebih. Terkadang, makna itu ditemukan dalam hubungan di luar pernikahan.

Untuk menghindari perselingkuhan di pergantian besar umur, peneliti menyarankan Anda untuk mengalihkan kegelisahan pada hal-hal lain, seperti lari maraton atau hal produktif lainnya.


4. Bosan

Alasan ini amatlah umum diungkapkan pelaku selingkuh. Menyedihkan memang, tapi benar adanya. Sebuah survei menemukan bahwa 71% laki-laki dan 49% perempuan berlaku tak setia hanya karena kebosanan. Cara terbaik mengatasi kebosanan ialah dengan merencanakan aktivitas spesial dan menantang, seperti liburan. Dijamin, keseruan seksual akan mengikuti.


5. Merasa tak puas dengan diri sendiri

Untuk alasan yang satu ini, Anda tak bisa memperbaikinya untuk pasangan Anda. Namun, Anda bisa mengawasinya dan mengatasinya untuk diri Anda sendiri. Beberapa orang cenderung berselingkuh karena ingin mencari validasi dari orang lain di luar sana.

"Ini hanya bisa diperbaiki dari dalam. Pikirkan apa yang sedang Anda rasakan, apa yang terjadi. Ungkapkanlah kepada pasangan alih-alih mencari orang lain di luar sana untuk membuat Anda merasa lebih baik," saran Zeising.

Memang tidak ada garansi Anda tidak berselingkuh. Namun, jika itu terjadi, berpikirlah positif bahwa beberapa hubungan bisa bertahan melewatinya.

"Kejadian itu bisa membuka pintu untuk membicarakan permasalahan dalam hubungan Anda. Dinamika dalam hubungan akan berubah. Saya pernah melihat hubungan yang tumbuh lebih kuat setelah perselingkuhan," ujarnya lagi.

Jadi mulailah terbuka dalam berkomunikasi dengan pasangan Anda, agar tidak terjadi tindakan tidak setia. (dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan