DVI Butuh 2 Pekan Identifikasi Korban Pesawat SAM Air Papua, Keluarga Diminta Sabar

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 29 Juni 2023
DVI Butuh 2 Pekan Identifikasi Korban Pesawat SAM Air Papua, Keluarga Diminta Sabar

Petugas SAR turun dari helikopter menggunakan tali mencapai lokasi jatuhnya pesawat SAM Air PK-SMW di daerah pedalaman Poik, Papua Pegunungan. (ANTARA/HO/SAR Jayapura)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Upaya mengungkap insiden kecelakaan pesawat SAM Air di pedalaman hutan Papua masih berlanjut. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua akan mengirimkan sampel DNA enam jasad korban dari peristiwa jatuhnya Pesawat SAM Air PK-SMW untuk proses identifikasi.

“Tim DVI akan mengirimkan sampel DNA berupa darah dan gigi ke Puslabfor Mabes Polri untuk identifikasi lebih lanjut,” ujar Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Nariyana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/6).

Baca Juga:

Tim SAR Evakuasi 6 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat SAM Air

Nariyana menuturkan, pihak dari Tim DVI Polda Papua sudah melakukan upaya identifikasi para korban yang kondisinya hangus terbakar sejak hari Selasa (27/6). Bahkan, ada jasad yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Oleh karenanya, lanjut Nariyana, untuk identifikasi lanjutan, sampel DNA para korban dikirim ke Puslabfor Polri. “Proses identifikasi diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua pekan,” tutur dia.

Dilihat dari kasus yang dialami para korban, DVI akan melakukan proses identifikasi secara primer yakni meliputi sidik jari, lalu gigi dan DNA, atau yang biasa disebut post mortem.

Posisi pesawat PK-SMW yang mengalami kecelakaan Jumat (23/6) saat menuju Poik, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, saat ditemukan helikopter yang melakukan pencarian. (ANTARA/HO/SAR Jayapura)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, mengimbau kepada keluarga korban untuk bersabar menunggu proses identifikasi rampung.

“Tentunya kami akan melakukan hal ini secara maksimal sehingga dapat terselesaikan dengan cepat dan mendapat hasil yang baik guna selanjutnya jenazah korban dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” ungkap perwira polisi berpangkat melati tiga itu.

Pesawat SAM Air itu diketahui jatuh di hutan Papua Pegunungan usai dilaporkan hilang kontak pada Jumat (23/6) lalu. Saat itu, pesawat tengah dalam penerbangan dari Elelim ke Poik, Yalimo.

Pesawat itu membawa empat penumpang masing-masing Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17), dan Kilimputni (20). Sementara pilot dan kopilot yang mengendarai pesawat yakni Hari Permadi dan Levi Murib. (Knu)

Baca Juga

Black Box Pesawat SAM Air Jatuh di Hutan Pegunungan Papua Belum Ditemukan

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan