Duka Jokowi untuk Syachrul, Penyelam Sipil yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 03 November 2018
Duka Jokowi untuk Syachrul, Penyelam Sipil yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Syachrul Anto, penyelam sipil yang tergabung dalam tim evakuasi pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang.

"Yang pertama saya mnyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya penyelam kita Pak Syahrul Anto. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata Presiden di Jakarta, Sabtu (3/11).

Jokowi juga berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan ketabahan dan keikhlasan. Presiden juga berharap tidak ada lagi penyelam yang meninggal di lapangan dalam proses evakuasi sambil mengingatkan jasa Syachrul saat evakuasi kotak hitam pesawat.

"Beliau (Syachrul) memegang peran dan kontribusi yang sangat besar dalam menemukan, baik 'black box', maupun menemukan komponen pesawat. Seperti kemarin saya sampaikan, ada 859 aparat relawan yang semuanya bersama-sama dalam rangka evakuasi atau mencari 'black box' dan lain-lain yang sudah lima hari ini kita lakukan pagi siang malam," tutur Kepala Negara.

penyelam
Foto: Basarnas

Dilansir dari Antara, Syachrul meninggal pada Sabtu (3/11), pukul 02.000 WIB di Dermaga JICT II (Posko Basarnas) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Relawan itu diduga mengalami kecelakaan saat mengevakuasi jenazah korban penumpang Lion Air JT-610 pada Jumat (2/11).

Syahrul merupakan bagian dari Komunitas Indonesia Diving Rescue Team (IDRT). Pria berusia 48 tahun itu mengantongi sertifikat penyelam profesional dari CSMAS-Possi. (*)

#Lion Air JT610 Jatuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan