Dubes Joseph R Donovan Jr Dorong Santri Tebuireng Belajar ke AS

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 03 Maret 2017
Dubes Joseph R Donovan Jr Dorong Santri Tebuireng Belajar ke AS

Dubes AS Joseph R Donovan Jr berbaju batik (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Duta besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr mendorong para santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, untuk belajar ke AS.

Hal itu dikatakannya dalam dialog yang berlangsung dengan para santri saat berkunjung ke Madrasah Muallimin Tebuireng, Kabupaten Jombang, Kamis. Ia meminta para santri harus tekun belajar jika ingin mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat.

"Kalian bisa mendapatkan informasinya dari perwakilan kami di Surabaya dan Malang," katanya kepada santri.

Donovan memang sempat melihat langsung aktivitas kegiatan belajar di dalam madrasah tersebut. Ia sempat dialog panjang dengan para santri, bahkan tertrik mengamati para santri yang sedang berdiskusi tentang fikih keluarga.

Kepada para santri, ia mengatakan masih baru empat bulan menjabat sebagai Dubes Amerika Serikat untuk Republik Indonesia tersebut. Ia meminta pertimbangan pada santri, terkait dengan yang harus dilakukannya selama di Indonesia.

"Saya baru empat bulan menjadi Dubes Amerika Serikat untuk Republik Indonesia. Menurut kalian, apa yang harus saya lakukan saat ini?" ujar mantan Wakil Dubes AS di Jepang ini.

Mendapat pertanyaan itu, seorang santri menjawab bahwa sang dubes harus belajar budaya-budaya di Indonesia. Donovan dianjurkan belajar sejarah Indonesia dengan mengunjungi Museum Fatahillah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Donovan juga mengaku sudah pernah berkunjung ke Museum Fatahillah dan TMII, dan ia merasa masih perlu untuk belajar dan mengenal kebudayaan Indonesia.

"Saya sudah pernah berkunjung ke sana. Terus ke mana lagi?" katanya.

Santri lainnya menjawab bahwa Donovan harus ke Pekalongan, untuk belajar batik. Hal itu juga langsung ditimpali oleh Donovan, bahwa dirinya memang harus mengenal batik.

Kepada para santri, Donovan juga bercerita bahwa istrinya yang berasal dari Taiwan dalam beberapa bulan ke depan akan ke Yogyakarta untuk belajar Bahasa Indonesia.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang KH Shalahudin Wahid mengatakan pada Donovan tentang profil Madrasah Muallimin.

"Di sini, para santri fokus pada kajian ke-Islaman ala pesantren. Mereka inilah yang dipersiapkan untuk menjadi kiai-kiai di masa depan," kata pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Setelah puas dialog dengan para santri dan mendapatkan penjelasan terkait dengan aktivitas di pondok, Dubes Donovan dan rombongan meninggalkan lokasi madrasah.

Kunjungan Dubes Donovan ini merupakan kunjungan kerja pertamanya di Jawa Timur. Dalam rombongan itu, sejumlah pejabat juga mendampingi, misalnya Konsul Jenderal AS di Surabaya Heather Variava dan beberapa staf kedubes AS.

Sementara itu, Gus Sholah didampingi oleh Wakil Pengasuh KH Abdul Hakim Mahfudz, Sekretaris Utama KH Abdul Ghofar, dan beberapa mudir (direktur) di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Selain mengunjungi madrasah, rombongan juga sempat melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berada di kompleks pondok.

Sumber: ANTARA

#Pondok Pesantren #Amerika Serikat #Gus Sholah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Bagikan