Dua Warga Yogyakarta Kembali Terinfeksi Difteri
Dokter Ida Safitri (kiri) dan Dokter Heru (kanan) di Yogyakarta, Selasa (12/12). (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Dua warga DI Yogyakarta diduga terinfeksi difteri dan dilarikan ke RSUP Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Selasa (12/12).
Dokter Spesialis Anak Ida Safitri mengatakan, kedua pasien yang terinfeksi difteri itu masih berusia 16 tahun dan 20 tahun.
"Yang berusia 20 tahun bisa dikatakan tidak terkontaminasi (negatif) dan kini dia sudah sembuh. Yang masih dirawat yang usia 16 tahun berinisial S," kata Ida saat jumpa pers di RSUP Sardjito Yogyakarta.
Kedua pasien tersebut datang ke Sardjito dengan gejala-gejala penyakit mirip difteri yakni flue, batuk, kesulitan menelan, dan selaput putih di balik tenggorokan.
Tim medis segera mengisolasi mereka di ruangan khusus dan mengambil sampel riak di tenggorokan untuk diperiksa ke laboratorium.
"Kami isolasi di ruang khusus. Hanya orang tua yang boleh jenguk. Yang sakit dan semua orang yang masuk harus pakai masker khusus. Si pasien gak boleh keluar dari ruangan," katanya.
Tim dokter juga sudah memberi mereka serum antidifteri dan antibiotik. "Kami sudah kirim sampel pasien ke laboratorium besar di Surabaya. Hasil yang pertama negatif. Sedangkan yang kedua hasilnya belum keluar," katanya.
Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Trisno Heru Nugroho menjelaskan, siswa yang dinyatakan sembuh sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Walau negatif suspec difteri, Heru mengaku pihak rumah sakit sudah meminta seluruh petugas medis melakukan vaksinasi jauh-jauh hari dengan tujuan untuk melindungi petugas medis dari penularan segala macam penyakit. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta. Baca berita lain terkait difteri: MUI: Vaksin Difteri Belum Bersertifikat Halal
Bagikan
Berita Terkait
Kota Bandung Waspadai Penyebaran Kasus Difteri