Dua Kali Kalah El Clasico, Nasib Barcelona Bisa Lebih Buruk Lagi karena…
PRIMERA Division musim 2017-2018 memberi pertanda yang buruk bagi Barcelona. Mereka tak hanya gagal dalam perebutan ajang pembuka musim, Piala Super Spanyol, tapi kekalahannya juga telak.
Tim Catalan itu ambruk dengan skor agregat 1-5 (2-3, 0-2). Mereka tak hanya gagal meraih gelar, tapi juga dibuat malu sama musuh abadinya itu. Dua kali lagi! Sakit banget pasti rasanya.
Bagi fans Barcelona, kepedihan di awal musim ini bisa kembali bertambah lho. Kabar buruk ini bisa terus berdatangan lagi sepanjang musim ini. Ibaratnya, luka akibat dua kekalahan El Clasico bakal terus ditabur-taburi garam. Semakin perih!
Apa sebabnya?
1. Ernesto Valverde Masih Newbie
Keputusan manajemen Barcelona untuk memilih pelatih Athletic Bilbao Ernesto Valverde memang mengagetkan. Padahal, banyak nama besar yang mengantri untuk dapat kerjaan di Camp Nou. Mulai dari Mauricio Pochettino, Ronald Koeman, sampai asisten Luis Enrique, Juan Carlos Unzue.
Namun, nama-nama beken itu ditolak semua. Tiba-tiba saja mereka memilih Valverde. Padahal, Valverde masih newbie banget di level top sepak bola Spanyol. Dia melatih Bilbao yang lebih suka produk lokal daripada interlokal, eh, internasional.
Tapi, sebenarnya, keputusan mengejutkan itu punya alasan. Barcelona ingin mengulangi kesuksesan saat mereka memilih Josep “Pep” Guardiola yang saat itu cuma pelatih Barcelona B. Guardiola juga sama kayak Valverde. Nggak pernah beri gelar-gelar besar. Namanya juga belum terlalu dikenal.
Masalahnya, tanda-tanda kecemerlangan Guardiola sudah terlihat sejak awal musim. Di laga kompetitif pertamanya, Barca langsung menang 4-0 di penyisihan Liga Champions melawan Wisla Krakow.
2. Tak Ada Pengganti Sepadan Neymar
Keputusan Neymar buat pergi dari Camp Nou memang mengejutkan. Tapi bisa dipahami. Siapa sih yang mau terus menerus di balik bayang-bayang Lionel Messi. Neymar nggak mau dong jadi “pelayan” dia terus. Dia harus mendapatkan gelarnya tanpa embel-embel Messi di belakangnya.
Masalahnya, Barcelona sampai saat ini belum menemukan pengganti sepadan untuk si anak Brasil itu. Kabar terbaru sih Blaugrana mau ngajak Philippe Coutinho gabung. Itupun belum tentu berhasil. Tapi perbandingan kemampuan Coutinho dan Neymar seperti langit dan dasar samudera. Jauh banget, Bro!
Satu-satunya kesamaan antara Neymar dan Coutinho cuma satu: sama-sama anak Brasil. Selebihnya, ya gitu deh.
Gagal dapat Coutinho, Barca bisa merekrut Paulinho. Sama-sama dari Brasil. Tapi juga kualitasnya sama dengan Coutinho. Bukan levelnya Neymar lah.
3. Nggak Bisa Move On dari Neymar
Absennya Neymar sudah kelihatan pengaruhnya bagi Barcelona. Di laga pertama Piala Super, Valverde memasang Gerard Deulofeu pas di posisi Neymar. Dan nggak berhasil.
Di laga kedua, tak ada pemain yang menggantikan Neymar. Formasi permainan diubah. Dari 4-3-3 di laga pertama jadi 3-5-2 di laga kedua. Di lini depan yang biasanya tiga penyerang jadi cuma dua: Messi dan Luis Suarez. Dan mereka tetap kalah.
Benar-benar nggak bisa move on ya dari Neymar. Sedih banget. Neymar, balikan yuk!
4. Tanpa Ronaldo, Real Madrid: Aku Rapopo
Hasil dua leg Piala Super Spanyol menunjukkan bahwa Real Madrid tidak terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo. Di leg pertama, anak ganteng Portugal bahkan cuma jadi pengganti Karim Benzema. Dan dia cuma main 20 menit! Ya, karena setelah itu dia dikartu merah. Di leg kedua, Ronaldo sama sekali nggak main. Karena dia terkena sanksi akibat kartu merah itu.
Ini menunjukkan kalau Real sudah tidak bergantung banget pada Ronaldo. Masih banyak pelapis buat pemain terbaik dunia itu. Ada Marco Asensio dan Lucas Vazquez yang masih brondong. Itu belum termasuk Gareth Bale.
Iya, Bale juga mulai jarang dimainkan. Di leg kedua dia sama sekali nggak diturunkan Zinedine Zidane. Di leg pertama, main nggak penuh.
Real Madrid sekarang sudah benar-benar siap jadi klub besar yang dominan. Skuatnya sudah sangat dalam. Pemain bintang yang absen nggak akan bikin mereka grogi.
Halo fans Barca. Mulai ngeri nggak?
5. Pertama Kali Nggak Bisa Bobol Real
Kemenangan 2-0 Real Madrid di leg kedua Piala Super Spanyol itu ternyata memberi catatan lain. Untuk kali pertama dalam 24 laga melawan Real, Barca nggak bisa mencetak gol. Ini adalah kejadian pertama dalam 6 tahun. Kali terakhir Barca tidak bisa mencetak gol pada 2011 saat Real masih ditangani Jose Mourinho. Saat itu Real menang 1-0 di ajang final Copa del Rey. (ulasan Merah Putih: Agung Iskandar)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Barcelona Jumpa Atletico Madrid di Semifinal Copa del Rey, Hadang Ambisi ke Final
Barcelona Pertimbangkan Perpanjang Kontrak Robert Lewandowski, Syaratnya Gaji Harus Dipangkas
Lamine Yamal Menyalip Diego Maradona
Lolos ke Semifinal Copa del Rey, Presiden dan Pelatih Barcelona Puji Albacete
Spotify Camp Nou Berpeluang Jadi Tuan Rumah Final Liga Champions 2029, Proposal Sudah Diajukan
Real Madrid Paling Diuntungkan Penalti di LaLiga, Ungguli Klub Eropa Lainnya
Drama VAR Warnai Kemenangan Barcelona atas Albacete 2-1 di Piala Raja
Diinginkan Michael Carrick, Marcus Rashford Menolak Kembali ke Manchester United
Hadapi Albacete di Perempat Final Copa del Rey, Barcelona Tidak Ingin Bernasib seperti Real Madrid
Rekap Final Transfer La Liga Musim Dingin 2025/2026: Atletico Madrid Borong Bintang, Real Madrid Hanya 'Membatu'