Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Donita Sesuaikan Tempat dan Perhiasan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 13 November 2017
Donita Sesuaikan Tempat dan Perhiasan

Donita menyukai perhiasan diamond. (foto: mp/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAIN tas dan sepatu, perhiasan jadi hal lain yang jadi favorit perempuan. Tak hanya indah, perhiasan juga jadi hal prestisius tersendiri bagi para perempuan.

Artis cantik Donita contohnya. Sebagai selebritas, tentu ia tidak lepas dari perhiasan. Meskipun demikan, tidak ada jenis perhiasan khusus yang disukai Donita yang kini menjadi brand ambassador Swan Jewelery.

"Aku suka semuanya (perhiasan)," ujarnya di PIK Avenue, Jakarta Utara, saat grand opening Swan Jewellery, Minggu (12/11).

Perhiasan memang barang mewah. Untuk itu, Donita mengaku tidak sembarangan saat mengenakannya. Ia mengenakan perhiasan bergantung tempat dan acara.

"Aku tipe yang menyesuaikan tempat (memakai perhiasan). Kalau ke mal enggak pakai kalung kayak gini juga," tambahnya sambil menunjuk kalung yang ia pakai saat itu.

Menurut Donita, salah tempat saat menggunakan perhiasan dapat mengundang kejahatan. Saat beraktivitas sehari-hari, Donita hanya menggunakan perhiasan dengan model yang tidak terlalu mencolok.

"Jadi menyesuaikan. Kayak sehari-hari pakai yang simple," ujarnya lagi.

Donita cenderung menyukai perhiasan jenis diamond. Kecerahan yang lebih bagus dari diamond yang membuat Donita kepincut dengan jenis perhiasan itu.

"Clarity diamond lebih bagus," tutup wanita 28 tahun itu. (Ikh)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan