Merahputih.com - Lampu stadion Stamford Bridge tetap menyala terang, namun angka-angka pada buku kas klub justru menunjukkan kegelapan.
Gemerlap belanja pemain bintang musim 2024/25 kini menyisakan tagihan raksasa tanpa prestasi sebanding di atas lapangan hijau.
Angka fantastis muncul dalam laporan terbaru, 342 juta poundsterling menguap begitu saja menjadi kerugian sebelum pajak paling mengerikan sepanjang sejarah sepak bola Inggris.
Baca juga:
12 CEO Perusahaan Besar Dunia Temui Prabowo, Ada Pemilik Chelsea dan Los Angeles Lakers
Rekor Kelam Tanpa Trofi
Laporan eksklusif The Athletic mengonfirmasi situasi darurat keuangan klub London Barat tersebut. Chelsea resmi memegang predikat klub dengan angka defisit terbesar mengalahkan catatan buruk tim mana pun sebelumnya.
Total kerugian mencapai kisaran Rp6,9 triliun jika dikonversi ke mata uang rupiah.
Kebijakan transfer agresif menjadi pemicu utama ambruknya keseimbangan neraca keuangan klub.
“Chelsea mencatat kerugian sebelum pajak terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris pada 2024/25 sebesar £342 juta,” tulis laporan The Athletic.
Baca juga:
Hasil Piala FA: Chelsea Bantai Hull City 4-0, Pedro Neto Hattrick
Ancaman Sanksi Membayangi
Angka kerugian masif ini memicu spekulasi terkait hukuman dari otoritas Premier League. Aturan profitabilitas dan keberlanjutan liga kini berada tepat di depan mata manajemen klub.
Publik menunggu langkah ajaib pemilik klub guna menutup lubang besar tersebut tanpa mengorbankan skuat utama.
Integrasi data keuangan menunjukkan pengeluaran gaji pemain serta biaya amortisasi transfer tetap membengkak luar biasa.
Kondisi tersebut memaksa dewan direksi memutar otak lebih keras demi menghindari sanksi pengurangan poin atau larangan transfer musim depan.