Ditanya Soal Reshufle, Mendag Rachmat: Itu Hak Presiden

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 17 Mei 2015
Ditanya Soal Reshufle, Mendag Rachmat: Itu Hak Presiden

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (kiri) bersama Direktur INDEF Enny Sri Hartati (kanan) saat menjadi pembicara pada diskusi Perspektif Indonesia di Jakarta, Sabtu (16/5). (FOTO/Ant/Vitalis Yogi Tri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merah Putih, Nasional-Menteri Perdagangan Rachmat Gobel disebut-sebut sebagai salah satu Menteri yang layak diganti (Reshuflle). Pasalnya, Rachmat kerap mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dinilai memberatkan beban hidup rakyat Indonesia.

"Itu kan hak presiden," katanya singkat sambil bergegas menuju mobil dinasnya, seusai Acara Forum Senator untuk Rakyat dalam Bingkai Nawacita, di Jakarta, Minggu, (17/5).

Untuk diketahui, kinerja para menteri pembantu Presiden itu bisa diukur dari program kerja dan kebijakan yang mereka buat. Artinya, jika program kerja dan kebijakan selaras dengan konsep Nawacita Jokowi, maka menteri tersebut layak dipertahankan. Namun, jika tidak sudah sewajarnya untuk di-reshuflle.

Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, ada tiga posisi menteri yang layak untuk diganti. Ketiga menteri itu adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. (Rfd)

#Reshuffle Kabinet Jokowi-JK #Menteri Perdagangan Rachmat Gobel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan