Disney+ Prediksi Akan Banyak Pelanggan Memilih Plan Berbasis Iklan
Layanan Disney+ berbasis iklan diprediksi akan hadir pada akhir tahun 2022. (Foto: unsplash/Thibault Penin)
DI masa depan, Disney+ telah memprediksi bahwa sebagian besar pelanggan mereka akan memilih paket berbasis iklan dengan berbiaya lebih rendah yang akan tersedia akhir tahun ini.
Sejak Disney+ diluncurkan pada November 2019, mereka telah menawarkan layanan streaming bebas iklan kepada pengguna. Dengan paket ini, pengguna layanan membayar biaya tahunan atau bulanan tetap dan memiliki akses tak terbatas ke konten bebas iklan.
Baca juga:
'Top Gun: Maverick' Akhirnya Tayang Perdana di Festival Film Cannes 2022
Model tersebut tampaknya telah bekerja secara efektif karena pertumbuhan Disney+ sangat luar biasa dan mereka sekarang memiliki lebih dari 130 juta pelanggan. Sejak diperkenalkan, pengguna telah menikmati akses ke berbagai proyek Marvel, Star Wars, dan Disney hanya dengan membayar USD 7,99 atau sekitar Rp 120 ribu per bulan.
Sekarang, Disney+ akan menambahkan opsi berlangganan kedua untuk dipilih pengguna. Pada bulan Maret, Disney+ mengumumkan bahwa mereka menambahkan plan baru yang akan menyematkan iklan.
Pada dasarnya, plan baru ini akan lebih murah daripada plan reguler, tetapi nantinya plan tersebut akan memiliki iklan pendek yang harus ditonton sebelum kamu dapat melihat atau melanjutkan menonton sebuah acara TV atau film. Keputusan itu dibuat sebagai langkah untuk memastikan Disney+ melanjutkan pertumbuhan pelanggan.
Baca juga:
Seperti dilansir dari Variety, Disney+ sebenarnya memprediksi bahwa ke depannya akan lebih banyak pelanggan yang memilih plan berbasis iklan. Prediksi ini didasarkan pada informasi kinerja layanan streaming milik Disney lainnya yaitu Hulu.
Hulu menawarkan beberapa opsi berlangganan, termasuk beberapa yang didukung iklan dan beberapa yang bebas iklan. Statistik menunjukkan 70 persen pelanggan Hulu menggunakan paket berbasis iklan, dan Disney+ berharap nantinya bisa mendapatkan hasil yang serupa.
Dengan prediksi tersebut, mereka memperkirakan bahwa akan lebih banyak pengguna yang memilih opsi berbiaya lebih rendah, Disney berharap bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar per pelanggan nantinya.
Pendapat lebih besar juga nantinya bisa diperoleh dari menjual ruang iklan ke perusahaan dengan harga premium, yang akan lebih dari sekadar menutupi perbedaan dalam harga paket berlangganan.
Sampai sekarang, harga dan tanggal peluncuran spesifik belum dirilis oleh Disney+. Namun, Disney+ telah berjanji untuk membatasi iklan dalam plan terbaru berbasis iklan tersebut. Misalnya, iklan tidak akan muncul dalam program yang dirancang untuk anak-anak yang masih sangat kecil. (Ref)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Tarik 184.960 Penonton di Bioskop Indonesia, Film 'Tinggal Meninggal' Tayang di Netflix
Film 'Agak Laen: Menyala Pantiku' Cetak Rekor Film Terlaris Indonesia, Ditonton Lebih dari 10.250.000
Sejarah Baru Box Office, Agak Laen Jadi Film Indonesia Nomor Satu
Simak Lagi 10 Tayangan Terpopuler Netflix sepanjang 2025, dari 'Squid Game' hingga 'Wednesday'
Sinopsis 'Bidadari Surga' dan Jadwal Tayangnya
'KUYANK', Kisah Cinta, Ramalan, dan Ajian Gelap Berujung Teror
10 Film Indonesia Terlaris di Tahun 2025, 'Jumbo' Tembus 10 Juta Penonton
Berani Sampaikan Ide, Miley Cyrus Tembus Proyek 'Avatar' James Cameron
Film Thriller Korea 'Sister' Siap Tayang Januari 2026, Jung Zi So Jadi Bintang Utama
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto