MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah memeriksa artis fenomenal Syahrini terkait kasus dugaan penggelapan dan penipuan PT First Travel. Penyidik melontarkan 18 pertanyaan kepada Syahrini.
"Ada 18 pertanyaan, kurang lebih satu jam saya di dalam," kata Syahrini usai pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu (27/9).
Artis yang pemilik "jambul khatulistiwa" itu menuturkan, dari pemeriksaan tersebut ia telah menjelaskan kerja sama ia dengan Fisrt Travel. Dalam kerja sama tersebut ia mengaku hanya mendapatkan diskon 50 persen dari FT.
"Kerja samanya adalah dapat diskon dari harga satu menjadi setengah, tapi keluarga saya yang lain semuanya full membayar. Saya kerja sama dengan mendiskon, dengan cara satu kali posting setiap harinya, setiap saya makan, ketika saya di Madinah," ungkapnya.
Pemilik jargon "maju mundur cantik" ini juga membantah telah mengenal pemilik FT Andika Surachman.
"Saya tidak mengenal sama yang bersangkutan, saya tak mengenal baik. Saya hanya bertemu satu kali di airport," bebernya.
Sementara itu, manager yang juga adiknya Syahrini, Aisyahrani juga membantah dari berita yang beredar bahwa keluarga Syahrini menunaikan ibadah umrah sebanyak delapan belas orang.
"Satu hal, yang berangkat itu bukan 18 keluarga saya. Itu 12 orang sebagian lagi yang 5 orang itu tim dari First Travel. Jadi keluarga saya yang berangkat 12 orang termasuk anak-anak saya. Jadi beritanya 18 orang diumrahkan gratis dengan fasilitas VVIP itu salah yang berangkat hanya 12 orng bukan 18, tolong ya," tutupnya. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Terkait First Travel, Syahrini Penuhi Panggilan Polisi