Dinyatakan Mati, Pria ini Malah Bangun lagi saat Autopsi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Januari 2018
Dinyatakan Mati, Pria ini Malah Bangun lagi saat Autopsi

Ilustrasi. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PROSES autopsi biasanya dilakukan untuk mengetahui hal-hal seputar kematian, seperti waktu dan penyebab kematian. Demikian juga halnya yang akan dilakukan pada jenazah napi di Spanyol ini.

Gonzalo Montoya Jimenez, 29, dinyatakan mati di penjara. Jenazahnya kemudian dimasukkan ke kantung mayat dan dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. Sebelum jenazah Jimenez dibawa, tiga dokter telah memastikan dan menyatakan bahwa ia meninggal dunia.

Namun, napi yang dipenjara untuk kasus perampokan tersebut malah hidup kembali!

Ceritanya bermula ketika Jimenez tidak muncul untuk panggilan apel pada 7 Januari lalu. Teman satu selnya menemukan Jimenez terduduk di kursi dalam sel. Setelah diperiksa dokter, ia pun dinyatakan meninggal dunia. Jimenez yang telah dinyatakan meninggal kemudian dibawa ke kamar mayat.

Sesuai prosedur, tindakan autopsi pun dilakukan atas mayat Jimenez. Hal mengejutkan terjadi ketika mayat napi itu akan dibedah untuk autopsi. Suara dengkurannya membuat dokter terkaget. Mereka pun kemudian yakin bahwa Jimenez bukanlah mayat.

"Aku tak bisa mengomentari apa yang terjadi di Institute of Legal Medicine. Tiga dokter melihat tanda-tanda klinis kematian. Jadi belum jelas apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu," ujar juru bicara Lembaga Penjara Spanyol.

Meskipun demikian, kepada sebuah surat kabar di Spanyol, pihak rumah sakit memberi tahu bahwa tanda kematian yang menipu itu bisa saja terjadi karena katalepsi.

Katalepsi membuat badan seseorang menjadi kaku dan hilang kesadaran, hampir mirip tanda kematian. Kondisi tersebut terkait erat dengan epilepsi. Rupanya, Jimenez memang mengidap epilepsi.

Saat ini, napi tersebut ada dalam perawatan intensif di Institute of Legal Medicine di Oviedo. Media setempat melaporkan bahwa Jimenez menyebut anak dan istrinya saat kembali siuman.

Kejadian mengejutkan seperti Jimenez bukan pertama kalinya terjadi. Saat wabah Ebola menyebar di 2014, seorang korban yang telah dibungkus dalam plastik untuk dimakamkan malah terlihat menggerakkan lengannya. Hal itu bahkan terekam kamerea kru acara Good Morning America di stasiun TV ABC.

Ih, serem. (dwi)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan