Diminati Peselancar, Bir Indonesia kini Meluncur ke Amerika Serikat

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 13 Agustus 2018
Diminati Peselancar, Bir Indonesia kini Meluncur ke Amerika Serikat

Bir racikan putra bangsa tembus pasar Amerika Serikat. (foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA sudah diakui sebagai surga bagi para peselnacar. Sebagai surga peselancar terbaik, Indonesia terkenal dengan pantai dan ombaknya yang indah di sepanjang 95.000 km garis pantainya. Selain itu, banyaknya pilihan tempat berselancar dengan ombak kelas dunia menarik wisatawan peselancar, baik pemula maupun profesional.

Kedatanga para peselancar ke Indonesia ternyata membawa dampak ikutan. Tak hanya menyumbang devisa lewat industri wisata, para peselancar, khususnya dari Amerika Serikat, juga membawa serta kegemaran mereka akan produk Indonesia ke negeri mereka. Salah satu brand Tanah Air yang kemudian banyak digemari di AS, yakni Bir Bintang.

Bir racikan putra bangsa yang telah memenangi berbagai pengharagaan tersebut tak lama lagi akan tersedia di Amerika Serikat. Hal itu setelah PT Multi Bintang Indonesia (Persero) Tbk (Multi Bintang) melakukan ekspor perdana Bir Bintang ke Amerika Serikat, Senin (13/8). “Kami sangat bangga Bir Bintang yang diracik putra-putri terbaik Indonesia akan berada di empat benua di dunia,” kata Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia (Persero) Tbk Michael Chin, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com.

(foto: istimewa)

Sebelumnya, Mei lalu, Bir Bintang telah diekspor juga ke Korea Selatan. Hingga kini, bir peraih 6 medali emas dari Monde Selection ini telah dipasarkan di empat benua, yakni Asia, Eropa, Australia, dan Amerika.

Pasar Bir Bintang terbuka ke AS cukup manerik karena permintaan yang meningkat dari kalangan peselancar Amerika Serikat setelah mereka perjalanan wisata ke Indonesia. “Amerika Serikat dan Indonesia sebentar lagi akan merayakan 70 tahun hubungan diplomatik yang sangat baik. Mungkin kita bisa mempererat persahabatan dengan ekspor bir ini,” kata Kanselir Hubungan Komersial Kedutaan Besar AS Rosemary Gallant dalam sambutannya.

Selain populer di kalangan peselancar Amerika Serikat, pertumbuhan restoran Asia Tenggara di sana juga membuat permintaan Bir Bintang meningkat. Konsumen di sana mencari produk dan pengalaman yang autentik. Sebagai contoh, mereka suka minum bir impor dari pasar Asia Tenggara. Hal itulah, menurut Michael, menjadi kesempatan yang baik bagi Bir Bintang untuk membawa citarasa Indonesia ke Amerika Serikat.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Achmad Sigit Dwiwahjono saat membacakan sambutan tertulis Menteri Perindustrian mengatakan menyambut baik dan mengapresiasi eksplorasi pasar yang dilakukan Bir Bintang. Achmad menambahkan, industri minuman beralkohol turut berperan dalam penerimaan negara dengan memberikan kontribusi cukai dalam negeri sebesar sebesar Rp 5,27 triliun pada 2017. "Angka itu naik sebesar 2,63% ketimbang penerimaan cukai 2016 yang sebesar Rp 5,14 triliun," jelasnya.

Dijual dalam kemasan kaleng yang praktis, mengikuti gaya hidup para pselancar, Bir Bintang akan tersedia di bar dan restoran premium di tepi pantai AS, restoran Indonesia juga Asia Tenggara. Selain itu, bir peraih Champion Beer dan pemenang medali emas dalam The Brewing Industry International Awards 2011 ini juga tersedia di jaringan supermarket premium, toko minuman premium, supermarket Asia-Amerika, dan pasar lokal populer yang dekat dengan tempat berselancar. “Sebagai merek bir ikonik di Indonesia, Bir Bintang akan mempromosikan citarasa Indonesia di Amerika Serikat,” tutup Michael.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan