Diajukan ke Pengadilan, Mantan Manajer Stan Lee Dituduh Lakukan Kekerasan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 15 Mei 2019
Diajukan ke Pengadilan, Mantan Manajer Stan Lee Dituduh Lakukan Kekerasan

Stan Lee dikabarkan menerima kekerasan dari mantan manajernya. (foto: the hollywood reporter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI balik kematian Stan Lee pada usia 95, November 2018, terkuak kisah kekerasan yang dilakukan mantan manajernya. Tuduhan tindak kekerasan oleh manajer Lee kepada dirinya itu diungkap Pengadilan Los Angeles, Senin (13/5). Demikian dilansir Reuters.

Sang mantan manajer, Keya Morgan, didakwa dengan 5 tuduhan penganiayaan terhadap Stan Lee. Tuduhan itu termasuk pengekangan, penipuan, dan pemalsuan yang terjadi pada musim panas lalu. Ketika itu, menurut juru bicara kantor informasi publik Pengadilan Tinggi Los Angeles pada kepada Los Angeles City News Service, Lee berusia 95 tahun.

Untuk saat ini, pihak pengadilan telah mengeluarkan surat penangkapan untuk Morgan.

Pada tahun lalu, keluarga Lee meminta surat perlindungan agar Morgan mejauh dari Lee. Morgan ialah kolektor memorabilia dari New York yang mulai bekerja dengan Lee pada 2017. Surat perlindungan itu terkait dengan tuduhan melakukan kekerasan.

stan lee
Keluarga Stan Lee pernah mengajukan penjauhan dari sang mantan manajer. (foto: Instagram @therealstanlee)

Kantor kejaksaan distrik Los Angeles mengatakan mereka tidak bisa memberikan informasi. Meski pengacara Morgan tidak bisa dihubungi, tahun lalu Morgan membantah tuduhan kekerasan itu.

Lee ialah orang di balik karakter Spider-Man, Iron Man, The Hulk, dan lusinan pahlawan super lain dari Marvel.

Dalam dokumen pengadilan tahun lalu, Morgan dituduh mengambil kendali atas rumah Lee di Hollywood Hills. Ia juga mempekerjakan penjaga keamanan dengan perintah menjauhkan kerabat dan kenalan Stan Lee sebelum memindahkan pencipta komik itu ke kondominium yang asing.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan