Di Kota ini, Lirik Lagu Taylor Swift Dijadikan Penunjuk Jalan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Oktober 2017
Di Kota ini, Lirik Lagu Taylor Swift Dijadikan Penunjuk Jalan

Taylor Swift. (Foto:bbc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGGALAN lirik dari lagu terbaru Taylor Swift digunakan untuk mencegah para pengendara melihat ponsel mereka di saat berkendara.

Di Kota Iowa, sebuah tanda peringatan lalu lintas berbunyi, 'Old Taylor can't come to the phone right now. She's driving' (Taylor yang lama tak bisa menjawab telepon saat ini. Dia sedang menyetir).

Penggalan itu memang sengaja diambil dari lagu terbaru Swift, Look What You Made Me Do. Ide menggunakan lirik itu sebagai pengingat bagi pengendara dicetuskan Departemen Transportasi Iowa.

Lembaga itu telah menggunakan penggalan lirik lagu dalam kampanye nihil kecelakaan. Setiap Senin, tanda peringatan baru dengan buyi berbeda dipasang. Para pengendara pun dapat ikut ambil bagian menyumbang ide frasa untuk kampanye keselamatan itu. Pesan itu nantinya akan dipasang di 70 papan peringatan permanen.

Sebagai syarat pesan keselamatan yang bagus, lembaga itu mengharuskan pemberi ide menyusun pesannya sepanjang 18 karakter dan tidak melebihi 3 baris. Dengan begitu, pesan akan mudah dibaca dan menarik perhatian pengemudi.

Papan lalu lintas terinspirasi Pokemon Go. (foto: instagram)

Tak hanya lirik lagu Swift, tahun lalu, departemen itu memanfaatkan ketenaran Pokemon Go untuk menyoroti jumlah korban kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, petikan dialog Star Wars: The Force Awaken dipilih untuk dipasang di papan tersebut.

Star Wars: The Force Awaken jadi inspirasi papan lalu lintas ini. (foto: instagram)

Kampanye nihil kecelakaan sudah dimulai di Iowa sejak 2013. Biasanya, papan peringatan lalu lintas menampilkan informasi penutupan jalan dan kemacetan lalu lintas.

Mungkin, Indonesia bisa mencoba trik yang satu ini. Kira-kira, lirik lagu apa ya yang cocok digunakan?(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan