Di Kampus Bercita Rasa Kantor ini, Mahasiswa Tak Akan Buta Dunia Kerja

Rina GarminaRina Garmina - Rabu, 06 September 2017
Di Kampus Bercita Rasa Kantor ini, Mahasiswa Tak Akan Buta Dunia Kerja

Presiden Direktur PT Summarecon Agung, Adrianto P Adhi berpose bersama Ketua Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa, Sudino Lim, dan Rektor Pradita Institute, Prof R Eko Indrajit. (Foto: MP/Rizki Fitria

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INOVATIF merupakan julukan yang tepat bagi PT Summarecon Agung. Sukses membangun kota mandiri di Serpong, Tangerang, pengembang properti ini kini menjajaki bisnis pendidikan.

Di usia yang ke-42 tahun, mereka memprakarsai berdirinya Pradita Institute. Perguruan tinggi swasta ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa. Melalui Pradita Institute, mereka menawarkan metode pendidikan yang berbeda. Mulai dari fasilitas belajar mengajar hingga pemilihan jurusan menjadi perhatian mereka.

Detail, layaknya saat mereka membangun kota mandiri. Hal-hal kecil seperti papan tulis pun turut menjadi perhatian. Zaman dahulu, papan tulis diletakkan di depan kelas, dengan posisi di tengah-tengah dinding. Tujuannya, agar semua mahasiswa dapat melihat teks dan gambar yang ada di papan tulis dengan jelas, baik dari kursi barisan depan maupun belakang.

Ruang kelas Pradita Institute. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Sementara di Pradita Institute, papan tulis diletakkan di depan serta sisi kiri dan kanan ruang kelas. Penataan seperti ini meniru ruang kerja di sebuah kantor. Ya, Pradita Institute memang dirancang untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak gagap saat memasuki dunia kerja.

"Pendidikan di Indonesia lemahnya di link and match. Pendidikan dan industri selalu tidak nyambung. Kami memprakarsai Pradita Institute ini terkoneksi dengan semua unit Pradita," terang Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto P Adhi D.

Program studi

Berangkat dari problem yang ada di dunia pendidikan Tanah Air, Pradita Institute menggabungkan teori dengan praktik. Semua dosen yang mengajari teori akan didampingi dosen dari kalangan praktisi yang memang bekerja di unit-unit bisnis Summarecon. Bahkan, laboratorium untuk tempat praktis mahasiswa juga tidak dibangun di kampus, melainkan menggunakan laboratorium hidup alias lab living yang ada di Grup Summarecon.

Sebagaimana dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa, Sudino Lim, Pradita Institute memang menghadirkan sistem pembelajaran yang dirancang mendekati kondisi kerja yang akan dihadapi mahasiswa. Setiap studi kasus, materi pembelajaran hingga simulasi kerja akan dilakukan langsung di lapangan dengan pendampingan dosen akademisi dan praktisi.

Metode ini akan menciptakan mahasiswa yang memiliki wawasan industri yang benar-benar baik. Sebagai pengembang yang pengalaman membangun kota mandiri, program studi S1 Perencanaan Wilayah menjadi andalan Pradita Institute. Cara pandang Summarecon dan Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa memang berbeda. Kebanyakan perguruan tinggi membuat program studi berdasarkan yang sedang ramai di pasar. Sementara Pradita berdasarkan kompetensi yang dimiliki grup Summarecon.

"Kami paradigmanya berbeda. Kami sepakat yang kami lahirkan nanti adalah para profesional dengan pribadi kompeten dan berbudi pekerti," tegas Rektor Pradita Institute, Prof R Eko Indrajit.

Selain Planologi, Pradita Institute menawarkan pula program studi S1 Arsitektur, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Interior, S1 Teknik Sipil, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, dan S1 Pariwisata & Perhotelan.

Penerimaan mahasiswa baru

Saat ini Pradita Institute telah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2018-2019. Jalur penerimaan mahasiswa beragam, mulai dari beasiswa hingga bebas uang pangkal. Lalu ada pula jalur tes dan prestasi, baik akademik maupun nonakademi.

Tertarik memasukkan keponakan Anda ke kampus yang berlokasi di Gedung Scientia Business Park, Serpong, Tangerang ini? Siapkan saja dana sekira Rp 100 juta untuk biaya perkuliahan selama empat tahun. (*)

Simak pula kisah mahasiswa peraih beasiswa pada artikel Lanjutkan Bisnis Sang Ayah, Rizki-Ridho Pilih Kuliah Manajemen.

#Perguruan Tinggi # PT Summarecon Agung Tbk #Summarecon Agung #Gading Serpong #Kampus
Bagikan
Ditulis Oleh

Rina Garmina

Cooking Mama :)

Berita Terkait

Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
DPR menilai kasus dugaan kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat dan tak boleh ditutup-tutupi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
Indonesia
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menilai rencana penutupan prodi yang dianggap tidak relevan berisiko mengancam kebebasan akademik dan keragaman ilmu pengetahuan.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Indonesia
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Data menunjukkan ketimpangan yang nyata antara performa kampus dan kondisi makro ketenagakerjaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Indonesia
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Perbuatan tersebut telah mencoreng muruah dunia pendidikan serta profesi kedokteran.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Indonesia
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Prodi yang dianggap kurang relevan sebaiknya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kekayaan budaya lokal.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Komisi X DPR RI akan mendalami wacana penutupan prodi tak relevan dengan memanggil Kemendiktisaintek usai masa reses
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Indonesia
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi menutup prodi tak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai 8 industri strategis.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Indonesia
Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN
Komisi X DPR RI saat ini tengah menggodok regulasi baru melalui Panitia Kerja (Panja) SPMB untuk menemukan titik keseimbangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Nasib PTS di Ujung Tanduk, Komisi X DPR RI Siapkan Aturan Main Baru Seleksi PTN
Bagikan