Merahputih.com - Juventus tengah menghadapi periode sulit pada periode awal Serie A 2026/2027.
Kekalahan telak 0-3 dari Lazio di kandang sendiri membuat performa Bianconeri di bawah Luciano Spalletti justru lebih buruk dibandingkan ketika masih ditangani Igor Tudor pada musim lalu.
Baca juga:
Hasil mengecewakan di Turin itu menambah tekanan terhadap Spalletti. Tidak pelak lagi, cemoohan suporter menggema setelah pertandingan kontra Lazio berakhir.
11 Poin dari 7 Laga
Setelah tujuh laga Serie A, Juventus baru mengumpulkan 11 poin dari tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Mereka tertinggal delapan poin dari Inter Milan dan Lazio yang berada di puncak klasemen dengan koleksi 19 poin.
Baca juga:
AC Milan Belum Terkalahkan di Serie A, tetapi Ruben Amorim Masih Punya Pekerjaan Rumah Besar
Situasi ini menjadi alarm bagi Juventus yang sebelumnya berharap bisa kembali bersaing dalam perebutan gelar. Namun, performa yang belum konsisten membuat Bianconeri kesulitan mengikuti laju para pesaingnya.
Start Spalletti Lebih Buruk daripada Tudor
Catatan Juventus pada awal musim ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim 2025/2026.
Saat masih dilatih Tudor, Bianconeri mengumpulkan 12 poin dari tujuh pertandingan melalui tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Baca juga:
Luciano Spalletti Minta Juventus Datangkan Striker Baru Januari 2027, Kolo Muani Belum Meyakinkan
Artinya, Juventus di bawah Spalletti kehilangan satu poin dibandingkan pencapaian mereka pada tahap yang sama musim lalu.
Perbandingan tersebut semakin menarik karena Tudor akhirnya kehilangan pekerjaannya setelah Juventus menjalani pertandingan kedelapan Serie A musim lalu.