MerahPutih.com - Setelah membuka babak baru melalui EP Unleashing Human pada awal 2025, unit neo-sun contemporary rock asal Bogor, Det-Plag Lust, kembali menghadirkan karya terbaru.
Kali ini, mereka merilis single berjudul Glass Season yang menjadi penanda perkembangan musikal sekaligus medium untuk menyampaikan keresahan terhadap berbagai persoalan sosial dan politik yang terjadi saat ini.
Melalui lagu tersebut, Det-Plag Lust merangkai amarah, kecemasan, dan kritik sosial ke dalam komposisi yang sarat makna.
Lirik Glass Season mengangkat berbagai isu, mulai dari eksistensialisme, rasa hampa, relasi kuasa yang abusif, hingga bagaimana sistem kekuasaan secara perlahan memengaruhi cara manusia memandang dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.
Rilisan ini dimetaforakan melalui lirik-lirik yang berbicara tentang eksistensialisme, kehampaan, relasi kuasa yang abusif, serta bagaimana struktur kekuasaan perlahan membentuk cara kita melihat diri sendiri dan dunia di sekitar kita,
Cycojano Det-Plag Lust.
Padukan Kultur Rampak Lokal dan Industrial Rave
Glass Season tidak hanya menawarkan gagasan baru dari sisi lirik. Single ini juga menjadi ruang eksplorasi musikal bagi Det-Plag Lust.
Untuk pertama kalinya, mereka memadukan elemen kultur rampak lokal dengan karakter industrial rave. Perpaduan tersebut menghasilkan lanskap suara yang lebih agresif dan ritmis, sekaligus menjadi representasi fase terbaru perjalanan musik mereka.
Eksperimen musikal itu turut diperkuat melalui pendekatan penulisan lirik yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Alih-alih menggunakan narasi linear, Det-Plag Lust memilih menghadirkan pengulangan frasa layaknya mantra atau pupuh untuk membangun pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam.
"Di lagu ini, kami juga melakukan pendekatan lirik yang lebih repetitif seperti mantra atau pupuh yang terus diulang. Kami ingin membangun pengalaman yang lebih imersif, bukan sekadar membuat lagu," lanjut Cycojano.
Dalam proses produksinya, Det-Plag Lust melibatkan sejumlah kolaborator.
Proses rekaman drum, gitar, dan vokal ditangani oleh Devha Carnadi dari Studio 45 sebagai operator rekaman. Sementara itu, tahap mastering dipercayakan kepada Deni 'Denol' Noviandi.
Band ini juga didukung Lukman Nurhakim dan Rio 'Ohel' sebagai tim produksi.
Selain itu, proses kreatif mereka turut melibatkan Maulana Adnan, fotografer asal Bogor yang sebelumnya telah bekerja sama dengan sejumlah band lokal seperti Rrag dan Starrducc.
Baca juga:
Ratihara Debut Lewat 'Mau Goyang (Sawer Dulu)', Padukan Musik Elektronik dan Koplo
Sebelum memasuki tahap rekaman, Det-Plag Lust terlebih dahulu menjalani rangkaian workshop kreatif di Cikerti Connection.
Proses tersebut menjadi fondasi penting dalam merumuskan arah musikal Glass Season.
Di saat yang sama, rangkaian workshop itu turut memperkuat identitas baru yang ingin ditampilkan Det-Plag Lust melalui rilisan terbaru mereka. (Far)