MerahPutih.com - Wasekjen Demokrat Andi Arief ikut menanggapi adanya isu partainya berpindah haluan dengan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Andi, tak ada yang bisa melarang-larang partainya dalam memberikan dukungan.
"Mana mungkin ada yang bisa mempengaruhi partai Demokrat untuk melakukan kesalahan baik dari 01 maupun 02. Karena partai Demokrat punya dasar analisa serta fakta2 yang rasional yang membimbing lahirnya sikap politik," kata Andi dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/5).
Andi melanjutkan, koalisi itu bukan fusi. Tidak ada partai melebur dalam koalisi. Koalisi itu disebut koalisi taktis.
"Karena taktis setiap partai punya hak otonom. punya kedaulatan dan punya hak menentukan nasib sendiri. Komunikasi politik adalah hak partai yang berdasar prinsip otonom itu," jelas Andi
Andi mengatakan membangun komunikasi politik itu hak partai Demokrat. Namun, kewajiban Partai Demokrat tidak mendahului hal yang strategis dalam koalisi.
"Sikap partai Demokrat dalam koalisi BPN menunggu hasil perjuangan bersama memenangkan Pak Prabowo pada tgl 22 mei ini," jelas Andi.
Andi mengungkapkan, komunikasi politik Agus Harimurti Yudhoyono dengan Jokowi tidak keluar dari prinsip koalisi.
"AHY tidak melakukan deal politik. Seharusnya BPN juga bersikap sama dengan AHY untuk membuka ruang dialog," tandas Andi. (Knu)